Pulau Hantu 3 [2012]


Ngomongin soal Jose Poernomo nggak bisa lepas dari masterpiece-nya berjudul Jelangkung bareng Rizal Mantovani yang menjadi salah satu tonggak kebangkitan perfilman kita. Tapi setelah ‘horor-bener’ bertajuk Angkerbatu-nya gagal dipasaran, Jose banting setir membuat film horor-seksi beberapa bulan setelah merilis film yang menjadikan setan sebagai zombie tersebut.

Premis yang ditawarkan Pulau Hantu (2007) memang nggak seoriginal itu. Tapi dari sini Jose seolah menemukan nafas baru untuk kemudian dilanjutkan oleh para pengekor dengan kualitas murahan. Terbukti Pulau Hantu emang sukses besar bahkan menjadi salah satu dari 10 film terlaris rilisan 2007 dengan raihan 650.000 penonton. Nggak heran jika kemudian muncul sekuelnya bertajuk Pulau Hantu 2 di tahun 2008.

Kini, setelah tiga tahun berlalu, dan ditunggu-tunggu sebagian penikmat film kategori vividism seperti ini, Jose Poernomo kembali melanjutkan kisah Pulau Madara dengan tambahan angka 3 di belakangnya. Tetap memakai formula yang sama, sajian horor berbumbu tampilan dada dan paha para wanita cantik. Bedanya, jika antara predesor dengan sekuelnya masih memiliki keterkaitan, sekuel kedua ini tampaknya hanya dibuat untuk bersenang-senang. Jalinan plot tak teratur dan scene demi scene yang tak mempunyai kolerasi satu sama lain membuat siapapun bisa dengan mudah menduga kalau usaha Jose dan Punjabi grup hanya untuk mengeruk keuntungan.

Basicly, untuk urusan ‘mempermainkan’ penonton, gue lebih suka cara Jose dalam mendirect Pulau Hantu 3 dibanding seri sebelumnya. Tapi dari segi kedalaman cerita dan pernak-perniknya, gue merasa seri ini adalah seri terburuk atau seharusnya nggak perlu ada.

Emang sih gue menikmati film ini. Di satu sisi gue seneng, mencak-mencak kegirangan. Disisi lain gue merasa kasihan sama filmmaker kayak gini yang baru di awal tahun udah nyampah aja. Selain tampilan bodi-bodi yang dahsyat, kita bakalan disuguhi dengan akting kacrut dari para pemain dan kegaringan skenario yang levelnya udah biadab banget. Unsur komedi yang harusnya menjadi highlight seri ini terlihat kering dan maksa. Lihat saja durasi-durasi awal yang kriuk to the max. Bikin gue pengen banget stand up comedy di depan Jose soal bagaimana menyajikan komedi yang mengakak kayangkan penonton. Itupun dengan catatan gue udah sukses berguru sama Olga Syahputra lhoo. Eh, ini kenapa jadi out of the topic gini sih?

At least, gue menganggap keseruan menonton Pulau Hantu 3 sebagai gulity pleasure meski sedikit terganggu dengan cara pemotongan LSF yang nggak banget. Mungkin gue juga harus masuk LSF agar mereka tau bagaimana cara sensor yang baik dan benar tanpa menghilangkan esensi dan nggak terkesan amatir. Gue nggak ngedukung kekecewaan Jose mengingat filmnya dipotong beberapa menit karena emang nggak worth it. Tapi sebagai penikmat film, yang nonton ke bioskop bayar, gue nggak mau pemotongan adegan terjadi dengan tidak elegan kayak proses sensor di tivi.

By the way, kenapa posternya jadi turun derajat ya? Kayaknya gue juga perlu bikinin poster biarrr—

*Tulisan sengaja terpotong karena review isinya kebanyakan menyombongkan diri. Which is hal itu nggak boleh dilakukan oleh seorang manusia yang unyu seperti gue. Salam Super!

Kafan Sundel Bolong: Aziz Gagap vs Mr. Bean. Jiplak?


Advisory Warning: Sebelum lanjut membaca, jangan lupa sediain baskom untuk wadah muntah.

Di sore yang mendung ceria ini gue langsung heboh kemana-mana pas secara gaib menemukan trailer film tai terbaru KK Dheeraj yang berjudul Kafan Sundel Bolong. Kenapa? Bukankah film E’ek Raj emang selalu stagnansi ke arah jamban melulu? Whatever, peduli setan soal jamban. Gue nggak terima karena untuk filmnya kali ini dia ngejiplak beberapa scene dalam komedi situasi Mr. Bean. Hell, siapa sih yang nggak tau sosok bloon ikonik tersebut? Keterlaluan! Basicly, pikir gue sih mereka gapapa nyampah asal jangan jiplak. Malu-maluin banget lah kalo kayak gini. What the fuck with you om beroo?

Sebenernya gue ga perlu seheboh ini banget karena shit-stuff kayak ini, ini dan ini udah sering dilakuin E'ek Raj. Lupa penjiplakan apa saja yang dia and the gank tebarkan di tiap filmnya? Coba baca-baca lagi skandal apa yang uda gue beberkan beberapa waktu lalu dengan sangat elegan di postingan yang berhubungan sama E'ek Raj. Kalau gak ada waktu, buruan cekidot ke tulisan di bawah.

Pertama-tama gue bakalan kasih lihat trailer Kafan Sundel Bolong which is mahakarya E'ek Raj di awal tahun 2012, yang di klaim khusus untuk menghormati Ratu Horor Suzanna. Wah, gue hakkul yakin banget kalau almarhumah Suzanna bakalan ga ridho dunia akhirat dipersembahin film kayak gini.


Setelah melihat trailer berikut, ngerasa nggak ada sesuatu yang familiar? Coba perhatikan sekali lagi. Kalau udah, sekarang gue bakalan kasi skrinsyut topik terpanas di awal tahun yang bikin gue mencak-mencak di awal.




Skrinsyut 1 sampe 3 di ambil dari salah satu episode Mr. Bean berjudul Reclaims His Trousers. Cek videonya disini --> Mr. Bean


Skrinsyut 4 di ambil dari salah satu episode Mr. Bean berjudul Credit Card Mix Up. cek Videonya disini --> Mr. Bean


Skrinsyut 5 di ambil dari salah satu episode Mr. Bean berjudul In The Toilet. cek Videonya disini --> Mr.Bean


Skrinsyut 6 di ambil dari salah satu episode Mr. Bean berjudul Getting Up Late For The Dentist. cek Videonya disini --> Mr.Bean

Nah, nah, parah banget kan? Ini masih trailer. Gimana coba filmnya nanti? Semoga ini bukan awal mimpi buruk!

Ngomongin Film Indonesia Awards 2011


setelah melakukan voting kecil-kecilan selama 30 hari dengan bantuan para pembaca setia blog NGOMONGIN FILM INDONESIA, malam ini gue bakal ngumumin siapa pemenang dari kategori terbaik dan terburuk yang sudah berhasil di data.

terima kasih kepada kalian yang sudi untuk turut berpartispasi dalam acara ini. tanpa bantuan kalian semua, jelas sekali acara ini akan sulit untuk terealisasi. semoga tahun depan gue bisa kembali ngadain acara serupa. tentunya dengan peningkatan dan tata cara yang lebih simpel. sampai jumpa tahun depan dengan film-film yang lebih bermutu. tetap cintai dan tonton film indonesia!

KATEGORI TERBAIK VERSI NGOMONGIN FILM INDONESIA


Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
POPPY SOVIA sebagai NINA
Film: CATATAN HARIAN SI BOY


Pemeran Pendukung Pria Terbaik
YAMA CARLOS sebagai LETTU JOKO
Film: BADAI DI UJUNG NEGERI


Editing Film Terbaik
ALINE JUSRIA
Film: CATATAN HARIAN SI BOY


Sinematografi Film Terbaik
FAOZAN RIZAL
Film: TENDANGAN DARI LANGIT


Penulis Naskah Film Terbaik
PRIESNANDA DWISATRIA
Film: CATATAN HARIAN SI BOY


Pemeran Utama Wanita Terbaik
PRISIA NASUTION sebagai SRINTIL
Film: SANG PENARI


Pemeran Utama Pria Terbaik
OKA ANTARA sebagai RASUS
Film: SANG PENARI


Sutradara Film Terbaik
IFA ISFANSYAH
Film: SANG PENARI

KATEGORI TERBURUK VERSI NGOMONGIN FILM INDONESIA


Pemeran Pendukung Wanita Terburuk
VISTA PUTRI sebagai CATHY
Film: THE MENTALIST


Pemeran Pendukung Pria Terburuk
RAFI CINOUN sebagai HENDRA
Film: AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA?


Penulis Naskah Film Terburuk
WALMER SITOHANG
Film: THE MENTALIST


Pemeran Utama Wanita Terburuk
MEIDITHA BADAWIJAYA sebagai JANE
Film: THE MENTALIST


Pemeran Utama Pria Terburuk
DEDDY CORBUZIER sebagai DEDDY
Film: THE MENTALIST


Sutradara Film Terburuk
WALMER SITOHANG
Film: THE MENTALIST


POSTER TERBURUK 2011
POCONG MINTA KAWIN


FILM TERBAIK 2011
SANG PENARI


FILM TERBURUK 2011
THE MENTALIST
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...