Showing posts with label Ngebacot Aja. Show all posts
Showing posts with label Ngebacot Aja. Show all posts

Hot: Yang Jiplak... Yang Jiplak...


Rasanya udah sering ya Indonesia melakukan plagiat or jiplak or something like that. Dari mulai lagu, sinetron, poster film layar lebar sampai isi filmnya sendiri. What the hell's going on? I don't know...

Kini menyusul film-film kacrut lain, yang dijiplak malah semakin tidak bermutu, bahkan hancur, muncul sebuah plagiat baru dari blockbuster perfilman Korea Selatan produksi 2003 yang akan rilis akhir Desember di seluruh Indonesia berjudul My Blackberry Girlfriend. Yup, dari judul emang sudah sedikit mengingatkan dengan My Sassy Girl yang dibintangi oleh Cha Tae Hyun dan Jun Ji Hyun itu. Coba tanya deh, siapa sih yang nggak kenal film ini? Hampir semua pecinta film drama romantis pasti udah nonton dong atau paling nggak, pernah dengar hypenya.

Awalnya sih gue nggak begitu notice sama proyek adaptasi Rapi Films dari novel besutan Agnes Davonar ini. In my opinion, karya-karya Agnes terlalu corny dan lebay untuk ukuran sebuah novel. Jualan dia emang sesuatu yang lagi hitz. Nggak heran kalo banyak produser tertarik mengadaptasi setiap karya dia. Dari mulai kisah Gaby dan Lagunya, Surat Kecil Untuk Tuhan sampai yang baru aja rilis pertengahan bulan November; Ayah, Mengapa Aku Berbeda? hingga yang lagi gue omongin. Dan dua adaptasi novelnya lagi yang akan edar tahun depan di bawah bendera MD Pictures berjudul My Last Love dan My Idiot Brother.

Tapi setelah ngelihat trailer My Blackberry Girlfriend gue langsung syok dan pengen bentur-benturin jidat di tembok dengan bersahaja. Kok mirip? Nah, gue langsung aja ubek-ubek google dan nggak lupa buka website resmi Agnes Davonar sendiri. Dan dilihat dari sinposis serta pernak-perniknya memang terlihat amat mirip. Oh come on! Kalau nggak percaya coba compare dua trailer film yang lagi gue omongin dibawah ini!



Gue juga nemuin dua film hasil plagiat yang masuk daftar rilis tahun 2011. Film pertama adalah Skandal yang 80% mirip dengan box office India berjudul Murder besutan Anurag Basu sampai 13B yang dijiplak dengan trash quality oleh The King of Kancut; KKD, menjadi Pelukan Janda Hantu Gerondong. Mirip gimana-gimananya nggak bisa gue jelasin dengan detail sih secara gue agak gaptek dalam soal membuat skrinsut. Kalo curious boleh deh lihat filmnya via donlod atau youtube.



Terakhir, gimana yah tanggapan kalian dengan poster film-film ini? Aduh gue pengen ngakak nih...


Hot: The Raid Remake


The Raid a.k.a Serbuan Maut garapan teranyar Gareth Guw Evans, sutradara muda berkebangsaan Inggris yang kini menetap di Indonesia, kembali membuat sensasi membanggakan. Setelah dibeli hak peredaran Amerika oleh Sony Pictures Worldwide Acquisition, banyak mendapat respon positif dari kritikus ketika ditayangkan dalam ajang Toronto International Film Festival 2011 yang berlangsung pada 8-18 September hingga memenangkan Cadillac People's Choice Midnight Madness Award, kini terdengar kabar terbaru kalau film panjang ketiga Gareth Evans tersebut sudah pasti akan diremake oleh Hollywood.

Screen Gems lah yang membeli hak remake The Raid. Sebenarnya nggak terlalu kaget juga sih jika akhirnya proses pembelian hak cipta dari rumah produksi yang sudah menelurkan Resident Evil, Underworld, Hostel serta komedi dewasa yang baru saja rilis dan mendapat tanggapan positif kritikus berjudul Friends With Benefits ini mendapat lampu hijau. Karena Screen Gems merupakan anak perusahaan dari Sony Pictures.

Menurut berita yang sudah dirilis oleh beberapa media, Gareth Evans mempercayakan penuh proyek remake The Raid pada Screen Gems asal pihak Screen Gems mampu bertanggung jawab dengan tidak asal-asalan dalam prosesnya seperti yang sudah mereka sepakati. Yah, kita tahu sendirilah belakangan ini film Asia yang diadaptasi Hollywood nggak pernah ada yang bagus. Kalaupun ada bisa dihitung pake jari. Selain itu udah pasti sangatlah sampah dan nggak worthy kayak My Sassy Girl, The Eye dan sebagainya.

Kisah The Raid yang dibintangi oleh Iko Uwais, Joe Taslim dan Yayan Ruhian ini mengambil setting lokasi di jantung komunitas kumuh Jakarta, tepatnya di sebuah gedung markas persembunyian kalangan gangster paling berbahaya di dunia. Sebuah pasukan elit mendapatkan tugas untuk menyerbu markas kriminal tersebut guna meringkus kepala penjahat pengedar narkoba.

Mengetahui bahwa mereka sedang diincar, para kriminal pun mematikan seluruh aliran listrik dan memblokir semua jalan keluar. Terperangkap di lantai 6 gedung tersebut, pasukan elit itu diharuskan berjuang mencari jalan keluar demi menyelesaikan misi mereka.

Udah nggak sabar kan pengen lihat filmnya? Tenang aja guys, The Raid bakal rilis awal tahun 2012 di seluruh Indonesia kok. Beruntung gue punya kesempatan meliput screening versi uncensored yang berlangsung pada closing Indonesia International Fantastic Film Festival 2011 tanggal 20 November nanti. So, tunggu info selanjutnya dari gue ya.

Poster Karakter The Raid:







Penonton Film Indonesia Merosot. Menurut L?


Seperti yang kita tahu, kasus sengketa pajak telah usai. Film impor pun kembali tayang. Semua masyarakat yang jadikan menonton film sebagai sebuah gaya hidup senang melihat hal itu. Tercatat sejak tanggal 29 Juli 2011, mereka mendapatkan kembali sesuatu yang hilang; menonton film berkualitas di bioskop. Di mulai dari tayangnya Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 dengan jumlah copy gila-gilaan. Lalu disusul summer movies lain seperti Fast Five, Pirates of The Carribean: On Stranger Tides, Kung Fu Panda 2 hingga In Time yang dibintangi oleh Justin Timberlake dan Amanda Seyfried yang akan segera hadir dalam waktu dekat.

Sepertinya tampak baik-baik saja. Sepertinya tampak menyenangkan. Tapi tidak bagi sineas kita. Sedikit banyak hak-hak mereka telah dikebiri!

Dulu, sewaktu kasus sengketa pajak belum menemukan titik terang, kehadiran film impor merosot drastis. Kalopun ada yang rilis, itu hanyalah film-film yang sebelumnya tersimpan rapi di gudang. Dan film Indonesiapun mendominasi. Tapi mendominasi dengan merilis tontonan tidak bermutu. Dan terus-terusan tidak bermutu yang mirisnya, biar banyak dicela, tetap mendapat banyak penonton yang entah datang darimana. Hingga pandangan skeptis masyarakat yang mencoba mencintai film bangsanya perlahan kembali memudar.

Memang, ditengah dominasi horor-komedi tidak bermutu yang menjadikan pocong dan kuntilanak sebagai pionir jualan, muncul film-film yang dibuat dengan hati. Sayangnya sajian bermutu tersebut sepi dari penonton. Entah karena terlanjur mendapat label buruk atau memang selera penonton kekinian menyukai hiburan yang seharusnya nggak layak konsumsi tersebut.

Setelah film impor kembali hadir, film Indonesia makin kehilangan penonton. Memang masih sih ada yang menonton. Tapi tidak sebanyak yang diperkirakan. Bahkan, film spesial lebaran yang menjadi ajang summer movies-nya Indonesia pun mengalami kemerosotan jumlah penonton hampir 50% dibanding tahun lalu. Padahal tahun ini film yang hadir lumayan berkualitas seperti Tendangan Dari langit, Lima Elang dan Di Bawah Lindungan Ka’bah meski masih memiliki kekurangan.

Kini, memasuki bulan ketiga pasca sengketa pajak, kemerosotan penonton kian biadab. Sepanjang 3 bulan ini, tidak ada satupun film Indonesia yang mencapai target penonton 400 ribu. Ini bukan lagi soal sinisme sebagian penonton. Tapi dominasi film asing yang terlalu repetitif membuat film Indonesia kesulitan bergerak. Merasa dianak tirikan bangsanya sendiri. Tak mendapatkan tempat. Tak dilirik.


Perhatikan saja, pihak 21 dengan brutalnya merilis film-film (yang kebetulan memang layak ditonton) dalam jarak terlalu dekat. Minimal dua film asing rilis tiap minggu pada hari rabu dan jumat. Sedang film Indonesia rilis pada hari kamis. Sebagai contoh nih, belum kelar hype Super 8 dan The Three Musketeers, hari rabu kemaren rilis Johnny English Reborn. Trus hari kamis rilis dua film Indonesia baru berjudul Kehormatan Di Balik Kerudung dan The Perfect House yang kayanya sepi-sepi aja. Dan pada hari jumat rilis lagi fil baru bertitel Real Steel. Nah loh, gimana penonton mau melirik film indonesia kalau kayak gini caranya?

Pada titik ini terlalu riskan kalau menyudutkan pihak-pihak seperti 21 yang agak berlebihan atau pemerintah yang terlihat niat nggak niat membangkitkan industri perfilman kearah yang lebih baik. Tapi kalau tetap kayak gini, sineas akan kehilangan semangat membuat film bermutu. Seperti status twitter Hanung Bramantyo yang nampak kehilangan percaya diri kalau film terbarunya bertajuk Pengejar Angin akan mendapat tempat di hati penonton. Sekarang tinggal kitanya aja: apa mau kayak gini terus? Atau nunggu dihadapkan pada pilihan yang nanti pasti akan terjadi: hilangnya film indonesia?

Please guys, ini film kita lho.. Dukung kek, apa kek. Abaikan film gak bermutu yang tujuannya beredar emang cari untung. Jangan cuma bacot jelek lah, apalah... Semua itu nggak akan membantu kalo lo tetep diam ditempat dan malah nggak nonton film yang dibuat dengan hati. Setidaknya dimulai dari diri sendiri deh. Budayakan menonton film Indonesia berkualitas. Jauhi film nggak bermutu!

At least, tetap cintai film Indonesia ya. Karena kalau bukan kita sebagai penerus, siapa lagi?

THE NEXT ANTICIPATED MOVIE


Bosan dengan film yang beredar belakangan ini, yang makin lama makin patut dipertanyakan tingkat kewarasan orang-orang dibelakangnya (nyindir bagi yang merasa, bagi yang nggak, pelis nyante aja gausa kepedean), ada kabar mengejutkan dari segelinitir sineas berbakat yang sudah punya fanbase sendiri dan selalu dinantikan kehadirannya. Terutama tentang proyek film mereka yang patut diantisipasi. Penasaran? Cek ulasan gue dibawah ini!


NIA DINATA: LANGIT BIRU | ARISAN 2

Setelah baru saja mengedarkan secara terbatas film dokumenter berjudul Working Girls, bersama Kalyana Shira Films dan Blue Cater Pillar, Nia Dinata kembali bersiap merilis film musikal anak-anak berjudul Langit Biru yang di produserinya. Kembali menggunakan jasa dua wanita yang sebelumnya pernah bekerja sama lewat film Perempuan Punya Cerita; Melisa Karim dibagian skenario dan Lasja F. Susatyo di bangku sutradara. Bercerita tentang kehidupan sehari-hari dan persahabatan anak-anak SMP. Masa dimana mereka baru saja tumbuh dan mudah sekali terpengaruh.

Nggak cuma itu aja, Teh Nia Dinata juga bakal melanjutkan kisah para kaum sosialita ibu kota dalam sekuel Arisan! Masih tetap di produksi oleh Kalyana Shira yang rencananya bakal rilis akhir tahun sesudah Langit Biru. Tetap dibintangi oleh aktor aktris terdahulu plus karakter baru yang dimainkan oleh Rio Dewantoro, Atiqoh Hasiholan dan Istri Surya Saputra; Cynthia Lamusu. Mungkin kalian bakal bertanya seperti apa cerita sekuel ini nantinya mengingat beberapa tahun sebelumnya pernah muncul Arisan! The Series. Penasaran kan?

AFFANDI ABDUL RAHMAN : NEGERI 5 MENARA | THE PERFECT HOUSE

Novel best seller probabilitasnya untuk diangkat kelayar lebar sangatlah besar. Dan kali ini adalah novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang ikut menyemarakan rangkaian film based on book. Film produksi Million Picture ini ditulis naskahnya oleh Salman Arsito sedang yang duduk di kursi sutradara adalah Affandi Abdul Rahman dan sedang dalam tahap menuju proses syuting setelah melakukan serangkaian audisi mencari pemain yang pas memerankan karakter dalam buku.


Kalau Negeri 5 Menara masih belum ada kepastian kapan tayang, proyek sang sutradara berjudul The Perfect House sudah siap meneror diakhir tahun. Bahkan film bergenre thriller produksi VL Production ini sekarang sudah melakukan world premiere di Puchon International Film Festival ke 15. Setelah melihat trailernya yang sangat hollywood sekali, gue jadi nggak sabar dengan hype film ini di negeri sendiri.

GARETH EVANS : SERBUAN MAUT


Kabar heboh yang membanggakan datang dari film Serbuan Maut (The Raid) garapan terbaru Gareth Evans setelah sukses dengan Merantau. Apa sih yang heboh? You know what guys, bahkan filmnya sendiri masih belum rampung, pihak Sony Pictures berani memegang lisensi untuk diedarkan di luar negeri dan beberapa negara lain. Satu kata, W-O-W! Meski disutrdarai oleh sineas asing, kita patut bangga dengan hal ini. Nama perfilman kita yang nggak jelas jadi ikut eksis man! Harusnya hal kayak gini tuh bisa jadi masukan buat sutradara lain terutama yang sering bikin tai-tai di jaringan 21 (you know what I MEAN). Bikin film yang bener dikit napa? Orang asing aja peduli sama perfilman kita, masa elo-elo yang anak bangasa sendiri malah bikin hal-hal nggak guna demi meriah materi. Eh, sori kalo agak sedikit curcol.

JOKO ANWAR : IMPETIGORE | MODUS ANOMALI


Berita yang lebih heboh datang dari sutradara Joko Anwar. Setelah agak lama nggak bikin film, tahun ini dia mengumumkan dua proyek film terbaru berbau-bau horor berjudul Impetigore dan Modus Anomali yang diproduseri oleh Lala Timothy. Well, judul yang unik dan pasti membuat kita penasaran. Apalagi bikinan Joko Anwar. Hell, filmnya sendiri masih dalam proses syuting yang sedianya dilakukan secara back to back, so, tinggal tunggu surprise aja gimana hasilnya. Kabar terakhir film Modus Anomali yang berbujet 2.5 Milyar telah masuk nominasi 2011 Network Asian Fantastic Films.

UPI AVIANTO: HI5TERIA


Kabar terakhir datang dari Upi Avianto, cewek yang sukses melakukan debut lewat 30 Hari Mencari Cinta ini tengah disibukan dengan proyek film baru yang diproduserinya. Film ini merupakan omnibus horor berjudul Hi5teria. Melihat judul yang memakai angka lima, jelas sekali kalau film yang disutradarai oleh lima sineas muda (yang diharapakan bisa melanjutkan tongkat estafet untuk membuat film bermutu) menampilkan 5 kisah horor. Lima orang itu adalah Nicho Yudifar, Billy Christian, Adri, Harvan, dan Chairun Nissa. Hi5teria sendiri sekiranya bakal rilis awal tahun 2012 seperti yang ditulis oleh Upi lewat akun twitternya.

Well, banyak pilihan film bermutu didepan mata guys. Siap-siap berekspetasi dan ternganga melihat hasil mereka nantinya. Semoga memuaskan!

Akibat Pergaulan Bebas 2 [2011]


Setelah nggak sukses-sukses amat melanjutkan marathon suster keramas pada sekuel pertama, findo purwono kembali mengarap sekuel film drama galau berbumbu esek-esek yang predesesornya disutradarai oleh om gue. Rasanya bagi elo yang uda sering mampir diblog paling nggak penting yang pernah ada di dunia ini, uda tau siapa yang gue maksud dengan sosok om disini, hehe.. oke lupakan si om-om karena kita bisa membahasnya nanti. Hemat energi untuk kembali mencela dia di film terbarunya yang berjudul tumbal jailangkung, yang beredar bulan depan—kata violensia jeanette sih gitu pas gue tanya di twitternya, secara dia juga ikut main di film ini.

Oke guys, jangan kayak orang kurang kerjaan pake tanya kalo film ini ada hubungannya dengan seri pertama ato nggak. Hell, seperti kebiasaan baru para filmmaker Indonesia saat ini, suka menjual judul film yang katanya laris (dari hongkong) untuk menambah pundi-pundi. And see it... usaha mereka bisa gue bilang tepat guna untuk mengeruk minat penonton (bodoh) yang mau-maunya dibegoin. Karena tentu saja, seperti biasa gue udah membuktikan dan langsung menyesal seketika. Menyesal kenapa nggak liat di VCD kalo entar filmnya rilis atau nggak usah nonton sekalian karena embel-embel dua dibelakang judul serta trailer dan sinopsis yang mengingatkan kita akan kasus video porno siapa-tuh-penyanyi-lupa-gue-namanya bareng siapa-tuh-model-pemain-film-penyanyi dan siapa-tuh-presenter-acara-gosip, pokoknya yang itu tuh…

Jadi kalo mau tau gimana jalan cerita film ini tinggal inget-inget kejadian di infotainment aja. Karena apa yang kalian tonton di tivi, bahkan di video mereka yang tersebar luas, lebih menarik daripada film ini. SERIUS!

1. akibat pergaulan bebas 2 memiliki premis kisah 3 artis lokal indonesia yang pasti malu gara-gara adegan ranjangnya terungkap luas di media, you know them so well who I mean. Karena kisah ini pernah happening berbulan-bulan diungkap kasusnya ditivi. Tapi sayangnya, alim sudio selaku penulis naskah sangat nggak banget. Dia nggak bisa memfiksikan kisah yang sebenarnya berpotensi untuk tampil menarik itu dengan segala pernak-pernik yang sudah disediakan oleh sang produser. Karena kisah yang dia tulis nggak ubahnya seperti kisah sinetron cinta fitri season pertama sampe akhir plus tambahan tersanjung ditumpuk-tumpuk. Boring, lebay dan kawan-kawan, semua jadi satu kayak lagu 3 diva.

2. diperparah dengan cara findo purwono selaku sutradara yang nggak segan-segan narsis di film ini, mengeksekusi naskah yang disajikan secara nggak meaning . Jadi klop deh sama naskahnya. Interpretasi yang gue sebutin di poin pertama sudah terealisasi seperti yang dibayangin. Alhasil, bukannya menarik, akibat pergaulan bebas 2 sangat-sangat membosankan dari awal sampe akhir!

3. para pemain nggak ada yang beres…

keith foo: sori kalo rasis or something like that, tapi gue benci banget sama artis negeri jiran satu ini. Dari pertama kali debutnya di layar lebar Indonesia sampe sekarang, sangat annoying number one. Aktingnya always kaku kek action figure Robocop yang dijual di toko barang bekas. Udah gitu cara ngomongnya—seperti kebanyakan artis dari negara tetangga sebelah kita ini—sangat nggak enak didenger. Gue heran sama produser-produser yang pernah pake jasa dia. Apa gitu yang ada di mereka. Kayak kekurangan artis negeri sendiri aja!

leylarey lesesne: gue sempet speechless liat dia di awal-awal karir sebagai anak kesayangan om gue. Tapi lama-lama, eneg juga. Acting dia nggak pernah berkembang. Yang berkembang cuma modal dia berani buka-bukaan. Padahal jelas banget kalo hal itu nggak bisa dibanggain!

lia aulia, rocky jeff, aming, tasya djerly nggak ada yang bisa dilihat selain sangat sinetron, dari ekspresi yang sengaja di close up seolah-olah lagi ngapain plus adegan-adegan lain yang sangat mengganggu. Dan yang paling aneh, penampilan peran figuran, dua cowok look alike maho, terlihat sangat lebay sekali. Baru kali ini gue tau ada akting figuran selebay itu. Pelis!

4. tata musik sangat lemah. Nggak ada feel yang gue rasain. Nggak ada gereget ditiap adegan, semua flat!

Kesimpulan akhir, nggak kayak predesesornya yang you know how, gimana kualitas film om gue, akibat pergaulan bebas 2 berada satu tingkat lebih baik dari segi cerita kalo saja, gue ulang, kalo saja nggak terlalu bertele-tele. Dari segi penyutradaraan yang maunya nayato-wannabe juga sangat mengganggu dengan efek kerlap-kerlip lampu yang nggak berhasil direkam dengan baik serta letak editing blur yang menganggu. Jadi kalo mau ditanya mana yang lebih oke, gue harus ngaku kalo seri pertama lebih bagus jika dibandingin sama hasil findo purwono yang kayaknya lagi gak niat bikin film. Liat aja nanti, film ini bakal cepet ilang dan mudah dilupakan. Sama kayak seri pertama yang katanya laris (dari hongkong) itu.

Review: Akibat pergaulan Bebas

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

20 Film Indonesia Terbaik versi IMBlog


hei bro and sis, setelah sukses dengan gawean di bulan febuari lalu bertajuk IMBLOG Choice Awrads 2010, kami, sekumpulan maniak/gila/hyper/zombie film yang nggak bisa nggak ngoceh lewat tulisan setelah nonton, kembali lagi dengan membawakan daftar 20 film Indonesia pilihan sedekade ini versi IMBlog. yang tentunya sudah melalui tahap-tahap diskusi dan penilaian seprofesional mungkin dengan melibatkan banyak pihak. Penasaran film-film Indonesia (tahun 2000-2009) apa saja yang masuk daftar pilihan terbaik kali ini dan apa komentar masing-masing blogger tentang film pilihan mereka, langsung saja simak list berikut ini. Let's check this list!


20. NAGABONAR JADI 2 / DEDDY MIZWAR [2007]

Curhat Sinema: Deddy Mizwar berhasil menghasilkan sebuah tontonan yang kaya nilai (nasionalisme) namun tanpa menghilangkan unsur komersialnya. Deddy Mizwar tahu benar bagaimana meramu cerita menjadi sebuah tuntunan tanpa menggurui dan meninggalkan kesan mendalam di benak penontonnya


19. CIN(T)A / SAMARIA SIMANJUNTAK [2009]

Ngomongin Film Indonesia: Cerita tentang hubungan antara dua insan berbeda agama dengan Tuhan nya masing-masing dalam semangat indie yang sangat berani dan istimewa


18. QUICKIE EXPRESS / DIMAS DJAYADININGRAT [2007]

Movienthusiast: Dimas Djayadinigrat membuat sebuah komedi dalam kemasan yang unik, fresh dan dewasa, meskipun sayang berujung klise


17. PETUALANGAN SHERINA / RIRI RIZA [2000]

Movienthusiast: Salah satu film yang berada di garda terdepan kebangkitan perfilman Indonesia, drama musikal keluarga terbaik yang pernah dibuat di negeri kita hingga kini.


16. BABI BUTA INGIN TERBANG / EDWIN [2008]

Delupher: Edwin bekerja sebagai penyentil professional dalam film panjang pertama arahannya ini. Berusaha membahas isu diskriminasi agama dan ras dalam negara pruralitas. Nilai satirnya pun begitu ampuh menelanjangi buruk rupanya moralitas bangsa ini. Absurd nya sekali lagi saya jatuhkan pada seekor babi di antara rerumputan ilalang sambil bersura grookk .. grookk..grookk dengan long time shoot


15. OPERA JAWA / GARIN NUGROHO [2006]

Cinema Exposure: Opera Jawa, more like a performing art captured in this visually dazzling effort from the most famous Indonesian filmmaker abroad is sometimes sentimental as in usual operetta, and no less avant-garde than the film of Italian experimentalist, Carmelo Bene. It’s sexy, sultry, and enigmatic


14. 3 HARI UNTUK SELAMANYA / RIRI RIZA [2007]

Saya Cerita Film: Sebuah road-movie yang sebenarnya tidak istimewa. Pretensius bahkan. Tapi ia cukup jujur dalam bertutur. Dan saya selalu senang utk kembali mengikuti perjalanan 3 hari Jakarta-Jogya bersama Yusuf dan Ambar.


13. THE PHOTOGRAPH / NAN ACHNAS [2007]

Ajirenji: Film yang indah dengan cerita sederhana yang diceritakan dengan sopan dan santun tanpa mengabaikan unsur emosional. Sekali lagi, film yang indah.


12. UNDER THE TREE / GARIN NUGROHO [2008]

Delupher: Selalu saja ada magnet yang kuat ketika menikmati karya-karya Garin Nugroho, karena beliau tak hanya ingin menelanjangi buruk rupa dari kehidupan manusia namun juga menyertakan kultur dan tradisi kedalam plotnya. Under The Tree berjalan sesuai dengan ritmenya kehidupan pelik manusia. Garin menyuntikkannya dengan aroma budaya Bali nan kental serta salah satu filosofinya tentang pohon itu sendiri. Langkanya lagi intisari kisah Pandawa, Kurawa hingga


11. PASIR BERBISIK / NAN ACHNAS [2000]

Curhat Sinema: Film yang sangat berkesan bagi saya berkat visualisasinya yang sarat makna. Gambar-gambar yang dihadirkan sangat kuat dan “berbicara”. Film ini sangat menarik dibahas dari berbagai segi, mulai dari teknis, cerita hingga isu yang dihadirkan. Filmnya sendiri sangat indah dan artistic meski menghadirkan sebuah tragedy didalamnya. Adegan paling nempel dan paling menyedihkan adalah ketika Dian Sastro mendapatkan pelecehan dari Didi Petet


10. JELANGKUNG / RIZAL MANTOVANI & JOSE POERNOMO [2001]

Database Film: Ritual khas Indonesia yang disajikan dengan sangat menyeramkan, nyata sekaligus mistis


09. JERMAL / RAVI BHARWANI [2008]

Saya Cerita Film: Sebuah drama subtil tentang hubungan ayah-anak. Mengharukan tanpa harus cengeng


08. JANJI JONI / JOKO ANMWAR [2006]

Movienthusiast: Ide unik di kombinasikan dengan presentasinya yang sangat menarik, pintar dan meyegarkan


07. PINTU TERLARANG / JOKO ANWAR [2009]

Delupher: Meski dengan twist yang pasaran, namun Joko Anwar membuat film ini begitu berkelas. Sekali lagi dia menciptakan set-set negeri tak bernama, namun menyimpan segudang misteri. Pada nyatanya hanyalah imajinasi. Plot-plot yang menawarkan ketegangan dan art-direction yang tak terkalahkan diantara film-film horror Indonesia lainnya


06. KALA / JOKO ANWAR [2007]

Ajirenji: Hingga detik ini, hanya ini film Indonesia yang pernah saya tonton yang membuat saya bereaksi “woooooow!”. Intens, cantik, percampuran berbagai genre nya tidak berantakan. Ya, yang seperti ini yang saya suka


05. LASKAR PELANGI / RIRI RIZA [2008]

Saya Cerita Film: Mungkin kisahnya terlalu utopis, tapi hey it’s based on true story. Anak-anak ini begitu adorable. Love them


04. FIKSI. / MOULY SURYA [2008]

Delupher: Berbangga hatilah memiliki Mouly Surya, jarang mendapati sutradara apalagi perempuan memiliki ide brilian dalam membungkus karakter gadis psikopat muda yang sangat innocent. Membalikkan dongeng Alice in Wonderland, segala fiksi dari benak sang gadis dibuatnya menjadi sangat real. Rumah susun pun dibuat Mouly sebagai tempat yang ampuh dalam menyinggung problematika hidup manusia


03. BERBAGI SUAMI / NIA DINATA [2006]

Database Film: Konsep poligami yang dituturkan dengan menarik, relevan dengan kondisi masyarakat menengah ke bawah Indonesia


02. ARISAN! / NIA DINATA [2004]

Curlybandidas: A Happy picture about unhappy people. Arisan! hadir sebagai komedi yang menyentil bagi Ibu-ibu sosialita kota-kota metropolitan sana. Komedinya pun Fresh dan juga satir. Sekilas, saat sedang Arisan! Ibu-ibu ini terlihat begitu Happy, padahal ada segudang problematika hidup yang ada dibaliknya


01. ADA APA DENGAN CINTA? / RUDY SOEDJARWO [2002]

Lets Shake Hand: "Pecahkan saja gelasnya biar ramai” mendegar sajak dari puisi AKu Chairil Anwar ini pasti langsung teringat sama film ini. Ada Apa Dengan CInta? adalah film remaja cinta terbaik dan belum ada yang menumbangkan dari top chart teenlit Indonesian Movie sampai sekarang

---

setelah melihat hasil diatas, apakah lo semua ingin ngebuktiin? nggak usah ragu lagi, guys. inilah film yang membuat indonesia bangga!

BIG BULLSHIT!


Oh shit, berhubung bahasa inggris yang gue hapal cuma shit sama fuck, jadi kata itulah yang gue bikin sebagai kata pembuka. Haha, oke, I’m kidding. Anyway, gue sebenarnya malas buat mengangkat kisah nggak penting ini buat jadi topik. But, karena udah beberapa hari gue ngilang dari blog ini dan gue yakin lo semua kangen sama bacotan gue (sori, kepedean #tolongabaikan), jadi gue posting aja berita yang lagi hot kali ini. Excuse me, hot? Gak juga sih. Basi lebih tepatnya. Serius

Seminggu menjelang pemutaran film terbaru om e’ek raj yang judulnya PMGM (gue singkat aja deh. Alasan pertama karena males. Alasan kedua karena bawaan gue kudu muntah kalo baca secara lengkap FPI kembali berulah. Hell yeah, seperti biasa. Kayak nggak tau FPI aja deh.

Jadi gini guys, FPI mengancam bakal ngusir om e’ek balik ke tempat dia brojol kalo jeng sasha grey (ehem, mantan gue #tolongjangandiabaikan) datang ke indonesia tanggal 28 nanti saat filmnya PMGM dirilis. Nah, kalo gak mau diusir, om e’ek kudu nurut dan nggak ngajak jeng sasha (ehem, mantan gue #serius) datang mempromosikan film produksi ketiganya di tahun 2011 ini. And you know what, pak habib, ketua FPI juga bilang: "Indonesia itu penuh orang-orang baik dan kenapa harus buat film porno, carilah makan dengan cara halal," sama om e’ek. Dan dia bakal beneran ngedeportasi tanpa segan kalo si om tetep keukeuh.

Nah, kalo dibaca sekilas, oke lah, ini salah kkd. Tapi kalo diteliti lagi. Gue punya asumsi berbeda.

hal ini semacam acara simbiosis mutualisme antara FPI dan om e’ek. See, om e’ek butuh filmnya laku dan kontroversi. FPI butuh eksis dan dianggap ada, dianggap kalo mereka tuh juga punya kerjaan. Kerjaan mereka ya demo-demo nggak jelas banyakin acara disana-sini tanpa kolerasi yang jelas. Mana-mana, pelis sebutin kalo ada bukti konkrit apa yang didemo membuahkan hasil. Lihat beberapa kasus film serupa dari jaman miyabi, rin sakuragi, aoi sola sampe jeng sasha (mantan gue), yang demolah, apalah, tapi tetep aja filmnya tayang dan menyampah. Kenapa nggak cekal aja, tarik dari peredaran gitu. Ato kalo perlu, seret pihak LSF yang meloloskan film bermutu tai kayak gini.

Gini deh ya kalo dipikir secara matang. Oke, film kita rame gara-gara sampah-sampah itu, tapi rame apaan sih, rame yang garing gitu. Gak ada yang bisa dirayain. So, jangan salahin masyarakat kalo akhirnya skeptis bahkan antipati sama filmnya sendiri. Hingga menganak tirikan film yang benar-benar dibuat dengan semangat film. Bukan semangat kontroversi abal-abal yang niatnya cuma nebelin pundi-pundi si production house.

And then, gue kutip kata-kata diatas "Indonesia itu penuh orang-orang baik dan kenapa harus buat film porno, carilah makan dengan cara halal," nah, ini nih yang paling aneh, udah tau dari dulu porno, kenapa dibiarin deh. Pelis banget pak. Apa perlu gue karangin kata-kata supaya lebih meyakinkan dikit?

jadi bisa ditarik kesimpulan kalo hal ini cuma semacam angin lalu aja. Anggap aja kentut. Bau sih bau tapi lama-lama juga ilang kan? Namanya juga kentut. Hehe.. gue yakin filmnya bakalan tetep tayang, aman, damai, sentosa dan box office. Meski nggak tau seberapa besar yang didapat. Apasih arti jumlah penonton?

I mean, bagi gue film yang sukses adalah film yang bisa bikin penontonnya mikir dan mengambil hikmah setelah nonton filmnya. Bukan film yang disebut bokep pun juga nggak, semi juga nggak, porno nggak juga. Pokoknya maksa deh. Siapa yang nggak malu kalo punya film kayak gini. Coba gue Tanya, apakah kalian bangga sama film-film kayak gitu? Bangga?!?!

gue harap sih om e'ek diusir beneran ya guys. gapapa deh film indonesia sepi. sepi tapi berkualitas. ya nggak sih? bagi lo yang pro om e'ek, biasa aja deh ya. gue lagi emosi nih.

Lain PMGM lain pula suster keramas 2. well, gue belom nonton filmnya sih, rencana gue besok, jadi tunggin aja reviewnya (lho kok jadi curhat?). gini guys, gue shock baca penjelasan ody mulya hidayat. Yang ini "Contohnya, kenapa kami pakai Sora Aoi untuk film Suster Keramas 2, kenapa kita datangkan Rin Sakuragi dalam Suster Keramas 1, ini semata-mata strategi marketing kami supaya bisa dikenal di Asia, bukan hanya di Indonesia," dan yang ini "Kalau pakai bintang lokal mana ada yang tertarik di luar sana. Kalau saya pakai Sora Aoi pasti orang di sana bertanya apa benar Sora main film di Indonesia. Tapi, tentu ada profitnya juga untuk kita.”

Oke, udah jelaskan kalo tujuan ody tetep berujung pada uang. Gue ragu banget sama asumsi dia kalo film kita bakalan dilirik gara-gara pemerannya orang luar. Mana buktinya, apakah ada orang asia yang nangis terharu sampe pengen jadi warga Negara Indonesia gara-gara liat film produksi om ody, om e’ek dan beberapa produser gelap mata yang memakai alasan pasar. Pasar yang mana ya? Pasar barang-barang bekas? Yang ada sih film Indonesia dilihat karena bermutu pas-pasan doang. Mana deh mana, apa film film itu di apresiasi berlebih sebagai film layak konsumsi? Orang dinegerinya sendiri udah absurd malah minta dikenal diseluruh asia. please... That’s bullshit. VERY BULLSHIT!

Tak Bisa Dihentikan...


om eek raj kembali lagi pada film ketiganya di tahun 2011 ini. setelah pengen bunuh diri melihat film terakhir berjudul dedemit gunung kidul, gue makin syok karena nih orang nggak berhenti berkreasi dengan calon film-film kelas kloset *sori, sengaja*. sampe bisa bikin gue ngelus dada saking sabarnya gue dan ngebatin, kenapa sih ada orang kayak gini hidup? untuk memastikan hanya tuhan yang tahu jawabannya.

di film terbaru bertajuk POCONG MANDI MALAM SURO, dengan sangat ruar biasa om dheeraj mencuri hati bintang bokep luar negeri berlabel sasha grey setelah nggak sukses-sukses amat menjual tera patrick di rintihan kuntilanak perawan. dan yang bikin gue pengen bentur-benturin jidat ke tembok, kok mau-maunya sih tu bule. aha, harusnya gue gak nanya. kan jelas juntrugannya lari ke duit. apa deh selain itu? oh iya, liburan ke indonesia. haha gue mulai ngaco.

mengenai apa yang akan ditawarkan kayaknya nggak jauh kayak tai-tai sebelumnya. jadi tunggu aja apakah badan sensor film akan meluluskan film ini atau nggak. bau-baunya sih iya. dan kayaknya bakalan jadi kontroversi sama ormas-ormas yang gitu deh, banyak action tapi banyak juga nggak ngefek *ups, sori, no offense*

rasanya trik jualan bintang bokep akan makin marak tahun ini. denger seletingan sih bakal ada lagi tapi entah siapa lupa nama karena cuma sepintas baca pas sibuk ngebrowse. yang pasti sih bukan cuma hoax. indonesia gitu, apa sih yang gak mungkin. iya nggak seh, soal urusan film sampah, indonesia rajanya. i mean selama om dheeraj masih bisa leha-leha di negara gue.

sebenarnya nggak papa sih ni orang yang otaknya udah geser nyewa bintang siapa aja, tapi pelis dong ya, apa mesti hasil akhirnya nggak jauh dari tai? kenapa nggak ningkatin kualitas gitu dikit aja. kasian kan penonton indonesia yang membodohkan diri untuk menonton filmnya hanya untuk bahan olok-olokan. ya, HANYA UNTUK BAHAN OLOK-OLOKAN! anyway, setelah riset kecil-kecilan tanya sana-sini, gue speechless liat pengakuan segelintir orang yang DATANG KE BIOSKOP CUMA BUAT TERTAWA ATAU INGIN STRES SESAAT saat melihat film-film kelas tempat pembuangan akhir meneror 21.

iya, gue syok lho. apalagi pas ada yang bilang: "gini deh ya, kita gak bodo-bodo amat kok. kalo mau film bagus yah tinggal nonton aja di tempat lain. tapi kita nonton film ini (dedemit gunung kidul; red) karena pengen aja ketawa ngilangin stres dan puas caci maki. haha". gue langsung diem bentar. tarik napas. dan berlalu pergi. penonton indonesia udah pinter kok. iya kan?

berkatalah bahwa ini negara kita


gue nulis ini sambil emosi jiwa tingkat kabupaten. belakangan ini gue sering nemu artikel/status di blog/jejaring sosial apapun selalu membanding-bandingkan kenapa film kita gak kayak malaysia, kenapa film kita gak kayak thailand, bla bla bla....

kenapa sih mesti ngebandingin? indonesia ya indonesia. kalo emang mau mendongkrak semangat filmmaker indoesia gak mesti gitu juga kan?

tau nggak, tiap tahun film indonesia yang berkualitas tuh munculnya seribu banding satu. tapi tiap film itu rilis, selalu aja sepi penonton. nah, dari situ aja kita bisa tarik contoh kalo lo nggak menghargai film yang benar-benar dibikin dengan semangat film. bukan dengan semangat aji mumpung atau komersil. poinnya, buat apa lo ngebandingin kalo lo masih males liat film indonesia bermutu dan memilih nonton film sampah padahal udah tau jelek?

oke itu emang hak lo buat nonton. secara gue juga gitu. tapi gak usah berkata layak gitulah. merinding tau dengernya..

Dedemit Kampungan Ngaku-Ngaku Masih Perawan


Apa yang terjadi pada tanggal 17 maret 2011? Mari gue beberkan satu-persatu fakta dibalik tanggal keramat ini (serius amat sih gue?). so, let’s check this one out!

1. Dirilislah film dari sosok-sosok lovable perfilman kita. Yang bisa gue sebut sih, ikonik film sampah yang bertebaran dan meneror jaringan 21 di seluruh indonesia raya tercinta. Siapa lagi kalau bukan NAYATO dan KK DHEERAJ. Oh, pelis…

2. Judul film om naya adalah Virgin 3: Satu Malam Mengubah Segalanya produksi starvision plus. Dan merupakan bagian Virgin trilogy yang tak ada hubungan cerita dengan sekuel-sekuel sebelumnya. Asumsi gue sih cuman jual judul catchy yang dulu pernah booming aja. And you know what, sekuel pertama pernah sukses berat dan disutradarai oleh om hanny r. saputra. Mungkin sang produser pengen bikin film bujet murah dengan cerita daur ulang dan adegan serta lokasi yang basi, tapi membawa banyak keuntungan. Makanya nggak salah kalo om naya jadi tersangka utama siapa sutradara yang patut dipilih…

3. Kali ini om naya mengalihkan predikat anak kesayangannya pada irish bella setelah mengorbitkannya lewat Heart 2 Heart. Melupakan arumi yang nggak jelas juntrungannya. Dan mengesampingkan muka-muka kesayangan lain seperti zaky zimah dan leylarey lesesne.

4. yang paling parah, setelah baca sinopsis Virgin 3 di web sebelah, gue langsung shock total, bukankah ini premis The Hangover? Oh pelis. cuman bedanya, karakter disini cewek semua. Merayakan pesta perpisahan sebelum salah satu karakter kuliah ke Melbourne. sedang versi aslinya merayakan pesta lajang sebelum melangsungkan acara pernikahan. Lalu ketika bangun pasca acara, semua serba aneh dan mereka mesti mencari salah satu teman yang hilang.

5. Judul film KKD adalah Dedemit Gunung Kidul. Tumben ya make judul yang nggak mancing penonton kek film-film sebelumnya. Tapi entah kenapa judul ini memakai kata yang sudah usang ditelinga dan terkesan jaman dulu. Dedemit? Haha…

6. jalan cerita film ini belum banyak di ekspos ke media terutama 21cineplex. bahkan web milik KKD sendiri. Tapi seperti yang udah bisa ditebak, palingan cerita yang diambilpun nggak nyambung, jiplak entah film mana lagi setelah nggak sukses-sukses banget memakai template film Jeniffer’s Body di Rintihan Kuntilanak Perawan, Memento di Selimut Berdarah dan film bollywood berjudul 13B yang kemudian bertransformasi menjadi Pelukan Janda Hantu Gerondong.

7. Lalu seperti yang sudah-sudah juga memakai jasa meloynis, scriptwriter goblok yang nggak pernah make otak kalo bikin skenario. Belum lagi nama-nama sutradara yang cuman jago ngeshoot adegan-adegan seronok plus penampakan nggak perlu dengan efek super lebay binti jablay binti alay binti… (teruskan sendiri dengan senang hati jika menemukan perbendaharaan lain)

8. kalo cerita Dedemit Gunung Kidul belum ketahuan jiplak film mana, berbeda dengan Virgin  3 yang jiplak premis The Hangover. Dengan sangat nggak tau diri, film KKD ngejiplak poster film Nicholas cage berjudul Drive Angry. Dan entah ada angin apa, bioskop Indonesia tak memakai poster yang dijiplak dan lebih memilih poster lain yang sangat tak menjual.

Lalu sudah siapkah anda menerima terror mereka dengan cara yang sudah bisa ditebak bahkan dalam mimpipun, tapi memiliki efek jangka panjang yang sangat mengerikan?

NB: tulisan ini sudah diedit dengan sehalus mungkin, nantikan versi aslinya ketika filmnya tayang dan berhasil gue review. Don’t go anywhere!

All About Nayato

siapa yang nggak kenal nayato fio nuala? atau koya pagayo? atau pingkan utari? atau ian jacobs? atau... yah, itulah. yang pasti, nama-nama unik dan cewek banget ini adalah alter ego dari sang sutradara kondang made in indonesia bernama asli yato fio nuala, kelahiran bireuen, nanggroe aceh darussalam, 20 februari 1968.


sutradara seribu nama ini memiliki ciri khas tersendiri selain tak mau tampil di depan publik dan dengan bangga mengecap diri sebagai sosok wong kar wai-nya indonesia--entah tanpa atau dengan persetujuan si pemilik nama, yaitu lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas di tiap film produksinya. asal ada produser punya bahan buat dibikin film berdurasi satu jam lebih dikit, entah plot dan dialognya nge-jablay, lalu judul yang ear catching, pasti divisualisasiin jadi film sama om naya. alhasil, nggak salah kalo banyak yang menghujat, menghina-dina, mengolok-olok dan kawan-kawan (termasuk gue ;red).

tapi, bukannya insyaf lalu bertapa di gunung guna mencari pencerahan atau ilham dari yang maha esa untuk membuat film yang baik dari segi kuantitas dan kualitas, ke-psycho-an om naya malah semakin menjadi-jadi. teror demi teror nggak berhenti dia tembakan ke jaringan 21. sebodo, entah itu filmnya laris atau nggak. anehnya, kebanyakan lumayan sukses. hahaha... miris!

sutadara paling produktif sedunia ini, bahkan pantas masuk rekor MURI, karena memiliki ciri khas yang bisa kita tahu tanpa melihat poster film atau opening title sekalipun hanya dengan memperhatikan list dibawah ini:

01. suka bermain dengan hujan-hujanan. liat aja tiap filmnya, pasti atmosfir yang dibangun hujan mulu.
02. suka gelap-gelapan tanpa maksud yang jelas.
03. suka memakai pemain yang itu-itu kalo udah cocok sama satu orang. for example: arumi bachin, inong, renni umari, zaky zimah, raymond, leylarey lesesne, irish bella
04. suka ada adegan berjalan lalu noleh melihat kebelakang sebentar dan melanjutkan jalan lagi.
05. suka ada adegan rambut kena angin ala india-india.
06. suka ada adegan duduk-duduk entah di taman atau padang ilalang.
07. suka ada adegan flashback berulang.
08. suka ada adegan berpapasan antar karakter lalu diberi backsound yang chessy plus efek angin-angin.
09. suka dengan darah-darahan.
10. suka dengan hal lebay yang menerbang-nerbangkan entah tabung gas, orang atau setannya di film horrornya.
11. suka membuat adegan yang diharapkan membuat orang kaget tapi nyatanya nggak.
12. suka main dilokasi yang itu-itu aja tapi dibikin beda set-nya. atau malah nggak sama sekali.
13. dan belakangan suka mainin art lampu warna-warni kek di film my blueberry night dan masang poster-poster film favoritnya sebagai pelengkap setting.
14. kalo ada lagi, silahkan kasi tau gue.

pertanyaanya, kenapa gue bisa tau sedetail itu? nggak tau harus sedih atau seneng atas kenyataan ini, karena gue hampir udah nonton semua filmnya. ini review singkat film-film hasil jerih payah si om naya yang gue tonton.

sebagai Nayato Fio Nuala


01. The Soul (2003)
02. Ekskul (2006)
03. Cinta Pertama (2006)
04. Kangen (2007)
05. The Butterfly (2007)
06. Kereta Hantu Manggarai (2008)
07. Hantu Perawan Jeruk Purut (2008)
08. Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets (2009)
09. Kuntilanak Kamar Mayat (2009)
10. Virgin 2: Bukan Film Porno (2009)
11. 18+ (2010)
12. Kain Kafan Perawan (2010)
13. Affair (2010)
14. Belum Cukup Umur (2010)
15. Akibat Pergaulan Bebas (2010)
16. Not For Sale (2010)
17. Pocong Jumat Kliwon (2010)
18. Pengantin Pantai Biru (2010)
19. Gaby dan Lagunya (2010)
20. Heart 2 Heart (2010)

21. Pocong Ngesot (2011)
22. Virgin 3 : Satu Malam Merubah Segalanya (2011)
23. Kuntilanak Kesurupan (2011)
24. Kepergok Pocong (2011)

sebagai Koya Pagayo


01. Ada Hantu di Sekolah (2004)
02. Panggil Namaku Tiga Kali (2005)
03. 12:00 am (2005)
04. Hantu Jeruk Purut (2006)
05. Lewat Tengah Malam (2007)
06. Malam Jumat Kliwon (2007)
07. Hantu Ambulance (2008)
08. Hantu Jamu Gendong (2008)
09. Jeritan Kuntilanak (2009)
10. Te(Rekam) (2010)
11. Nakalnya Anak Muda (2010)
12. Pocong Rumah Angker (2010)
13. Kalung Jailangkung (2011)
14. Pelet Kuntilanak (2011)

sebagai Ian Jacobs


01. Sarang Kuntilanak (2008)
02. Merem Melek (2008)
03. Kuntilanak Beranak (2009)
04. Pocong Kamar Sebelah (2009)
05. Pocong Jalan Blora (2009)

sebagai Pingkan Utari


01. Me vs High Heels (2005)

at least, perjalanan nayato masih panjang, akankah dia insyaf? ya, berdoa saja guys. semoga Tuhan mendengarkan doa kita bersama. amin!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...