Arwah Goyang Karawang [2011]


dari segi poster yang sangat nyampah, bisa diartikan bahwa isi filmnya juga serupa tapi tak sama. arwah goyang karawang gue akui dibuka dengan sangat meyakinkan. plotnya memiliki arti lah daripada film horror ecek-ecek sejenis. tapi ternyata harapan gue punah ketika adegan berantem jupe depe yang heboh di infotemen belakangan ini selesai tersaji di layar lebar dan diulang sebanyak dua kali dengan sudut pengambilan yang berbeda.

dilihat dari sini aja udah ketara banget kalo film ini hanya menjual promosi terselubung laknat pertengakaran lonte-lonte di film arahan helfi kardit yang tak mengalami perubahan apapun dalam cara mendirect sebuah film dari karya sebelumnya. bahkan bisa gue bilang, makin parah. dia sok-sokan ber nayato ria. tapi gagal. harusnya om helfi mesti bertapa dulu untuk mengikuti jejak cara penyutradaraan director paling laris di indonesia tahun lalu. mirisnya hal itu bukan sebuah kebanggan. nayato kok ditiru

lupakan soal cerita yang tak asik dibahas. sumpah, lebih baik anda boker 5 menit daripada membaca saya menceritakan prihal sinopsis bahkan kebodohan alasan yang dipake karakter utama untuk melakukan pembunuhan. iri karena gak diajak pergi ke eropa, oh.. what the fuck. boleh jadi cerita berlatar belakang goyang karawang asli bandung ini, atau karwang (i dont know). nyatanya, budaya mewesternisasi masih tetap dilakukan dengan ditampilkannya tarian jaipong-striptis very very annoying, kayak liat film step up versi balita asal-asalan ala jupe depe yang bisa aja kita lihat gratis ditivi dengan bumbu suara musik jawa.

melihat film ini membuat gue pengen ngebandingin sama film si musuh bebuyutan britney spears mulai jaman ingusan sampe sekarang (kalo gag salah) berjudul burlesque. dengan tata panggung a la burlesque tapi jauh dari kesan baik-baik saja untuk di lihat. serta tata cahaya yang merusak mata. lihat saja tata cahaya a la clubbing yang terjadi ketika scene-scene tari-tarian geje jupe dan depe. yang gue berani asumsi sendiri, hanya dibikin asal-asalan dan ala kadar tanpa mempertimbangkan bahwa yang mereka jadikan tema film adalah tarian indonesia yang patut dilestarikan. bukan disalah gunakan!

dari segi akting. oh lupakan. jupe and depe acting as a bitch as usual. mungkin udah bawaan alami kali ya. jadi yaudah lah. mungkin mereka hanya bisa akting sebatas standar itu saja tanpa pernah mengalami perkembangan apapun. yang gue jadiin beban: apa hanya dengan jual dada doang mereka bisa pertahanin kredibilitasnya? kok lonte banget ya? cermin itukah yang mereka bawa ke film?

rasanya penonton indonesia sudah terlalu pintar untuk membedakan mana film sampah dan mana film yang bermutu. for example, pas gue nonton, jumlah penonton ga ada dua puluh orang. contoh kecil bahwa penonton sudah bosan di sodori film-film yang pantas masuk lubang pembuangan tinja. dan dengan ini gue berharap kalian (i mean, produser, sutrdara dll) bisa berhenti membuat film-film kualitas tai. nyampah-nyampahin muka perfilman indonesia aja.

thanx for blog yang udah membiarkan gue untuk bebas berekspresi. jujur itu memang indah. apalagi dalam hal mereview film. ditunggu karya sampah berikutnya kalo hanya itu yang kalian bisa.

Rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Kalung Jailangkung [2011]


Inilah film arahan sutradara kebanggaan kita *tapi bohong* di awal tahun 2011. gue punya kebiasaan kalo mau review film baru pasti nonton di hari pertama pemutarannya di jaringan 21. but i don't know, begitu tau nama sutradara dan bintang-bintangnya, entah kenapa gue mendadak males. Bawaannya mau muntah mulu. Tapi ketika baca postingan diblog temen sebelah kalo film om koya pagayo alias naya kali ini lumayan menghibur karena bergenre horror-komedi, well, rasa curiousity gue jadi tergali. Selucu apakah? Yakin kalo emang lucu?

Dengan niatan mulia ingin membuktikan, berangkatlah gue ke bisokop sendiri. Males ngajakin temen-temen gue yang sibuk mulu kalo diajakin. Dan menyesal kenapa nekat berangkat sendiri karena selain studio dipenuhi penonton, yang datang rata-rata bawa monyetnya (baca pacar ;red). Jelas banget kalo bikin gue iri #semacamcurhat

Dan setelah menyaksikan film kalung jelangkung secara keseluruhan. Gue pengen pingsan dengan berbagai alasan.

1. awal film sebenarnya udah dibuka dengan tolol. Apaan kali tuh acara lomba bengong? Scriptwriternya bisa aja bikin otak geser dikit. Tapi gue senyum. Iya senyum. Pas liat acara nari bareng ketika terdengar lagu dangdut. Well, nggak salah temen gue tuh yang udah review duluan. Tapi….

2. semenjak itu, rasanya gue rugi buat senyum. sumpah, senyum gue mubazir abis. You know what, setelah adegan dangdut tadi seperti biasa nayato mulai membanjiri penonton dengan cerita super dangkal penuh kebodohan binti maksa. Penampakan-penampakan gak ada tujuan, bahkan sebelum inti cerita dimulai: menemukan kalung ketika main jelangkung dikuburan!

3. proses menemukan kalung kok maksa ya, dimana tokoh keke ketakutan setelah liat jelangkungnya goyang dan berniat lari lalu berapa detik kemudian kembali lagi seolah tak terjadi apa-apa dan memungut kalung diatas sebuah nisan (eh, nisan apa tanah ya? Lupa)

4. akting semua pemain standar dan lagi-lagi nayato memakai jasa zaky zimah. Padahal jelas-jelas dia cuman menang ekspresi dengan lawakan super garing. Apa sih yang diharapin dengan akting ngelucu tapi nggak lucu ketika shock ketemu hantu? Dan itu hampir terjadi disetiap scene. yang gue jamin, nanti di film berikutnya, zaky akan kembali dipanggil untuk tampil norak. Nayato rupanya sangat gampang tertebak belakangan ini.

5. akting pemain utamanya geje. jelas, lupakan hal itu. dan semua bertambah sampah dengan akting bintang-bintang muda baru yang wajahnya nggak komersil. Gatau kenapa, ditahun ini pilihan nayato jatuh pada artis berwajah standar. Kemana kabar leylarey lesesne, smitha anjani, arumi bachsin yang sukses dia orbitkan?

6. dialognya diharapkan bisa mengocok perut tapi bagi gue, maksa. Dialog anak SMP super gahol. Dan parahnya beberapa orang di bioskop tertawa, hampir sebagian. Tapi nggak buat gue. Sumpah, gue cuman senyum diawal. Selebihnya mengutuk diri kenapa nekat nonton film ini.

7. seakan belum tahu kebiasaan nayato yang suka main hujan-hujannan, acara terbang melambay-lambay dari kasur, jalan lalu berhenti sebentar dan noleh kanan kiri, penampakan tanpa maksud dan tujuan, gue bersyukur gak ada adegan buka-bukaan seperti tradisi sebelumnya. tapi gue sempet blank karena penataan cahaya  sueper nggak niat. coz banyak scene yang gelap banget. apakah upaya meminimalis dana?

8. dan untuk meminimalis dana lagi, dipakailah lokasi yang sudah pernah digunain meski udah diatur sedemikian rupa tapi tetep terlihat kalo itu lagi-itu lagi. Seperti lokasi penginapan yang dipakai untuk syuting nakalnya anak muda dan hantu perawan jeruk purut. Juga lokasi kampus yang pernah jadi sekolah di beberapa film sebelumnya.

at least, rasanya gue udah males buat lanjutin mereview. Karena gue udah bosen nyaci maki om naya seperti di post-post gue sebelumnya. Dan karena gue lagi baik hati, maka gue kasi rating 1 buat kalung jelangkung. 1 karena sukses bikin gue senyum di awal-awal film. Gue bukan sentimen sama nayato mengingat banyak penonton heboh sendiri dengan joke-joke di kalung jelangkung. Tapi joke yang dia / scriptwriter berikan terlalu bodoh untuk membuat gue tertawa.

Rating: 1/10

http://www.smileycodes.info

INTERVIEW WITH NAYATO


semua yang tertulis disini hanya fiksi semata. kalo ada nama tempat, nama orang dan kawan-kawan yang sama, ya udah, biasa aja...

Seperti biasa, tiap sore kota malang selalu ditemani dengan hujan yang intensitas kedatangannya antara niat dan nggak niat, deres nggak, rintik-rintik juga nggak. Seperti gue yang nggak yakin ketika akan melangkahkan kaki menuju salah satu Cineplex 21. secara kali ini filmnya om naya yang you know how, nggak tega gue buat ngomongnya, lagi tayang serentak meneror bioskop-bioskop Indonesia. Tapi saat sedang asyik menunggu hujan reda di pojokan mal, tiba-tiba aja ada orang yang berseru manggil nama gue. “Hei, Bee, ngapain lo disitu?” Otomatis gue menoleh. Dan syok!

Hei, siapa tuh om-om? Sok akrab banget sih sama gue. Udah tau juga gue lagi nunggu ujan reda, eh, masih ditanyain lagi ngapain. Dasar nggak kreatif. Emang gue kelihatan lagi mau cuci piring disini?

Dan parahnya, om-om itu mendekat menghampiri gue. Oh no! dia pasti om-om hidung belang penyuka sesama jenis. TIDAK! Gue harus kabur. But, syit! Dia udah mencengkeram lengan gue. Anyway, nomor telepon darurat polisi berapa ya?

    “apa kabar?” Tanya om itu sok akrab sambil memamerkan barisan giginya yang kuning.
    “s-sorry, who’s you?” gue sok inggris. Hell, siapa tau dikira bule nyasar meski muka nggak memadai. Meskipun iya, nggak mungkin banget secara dia udah tau nama gue pas manggil tadi.
    “lo lupa sama gue?” gue mengernyitkan kening mendengar pertanyaan si om-om. “ya, pantas sih. Secara gue orangnya jarang eksis. Gue nayato, bee. Nayato fio nuala.” Sambungnya meyakinkan.
    NAYATO? Kayak nama tukang bubur yang tiap hari lewat di depan rumah.
    “masih nggak inget?” tanyanya. Gue menggeleng mantap. “gue kasih klu lagi deh. Gue tuh orang yang selalu menyutradarai film-film sampah. Yang sebelas-dua belas sama KK Dheraj itu.” Ujarnya bangga.
    “oh, elo om. Huaheuhua.. gue kirain tadi tukang kredit panci langganan emak gue. Padahal jelas-jelas muka lo kayak tukang jualan sayur keliling.” Kata gue akhirnya tanpa berniat menyindir.
    “yup, here I am. So, daripada lo bengong sendirian, ayo gabung sama gue. Gue traktir deh.”
    Mata gue berbinar denger kata traktir. “oke, om, let’s go!”

(ceritanya gue fast forward ke durasi setengah jam kemudian dimana pesenan gue berupa 1 chicken teriyaki, banana spilt, french fries dan bubble tea terpajang dengan cantik di meja. nggak papa kan sekali-kali nggak tau diri? hehehe...)

    “ada angin apa om kok bisa nyasar di malang dan hei, dari mana tau nama gue?” Tanya gue mulai interogasi.
    “lagi liburan aja bee. Bosen sama rutinitas gue di Jakarta. Dan gue tau nama lo pas gak sengaja buka blog lo.” Jelasnya sambil sibuk merokok dan utak-atik bb.
    “wah, bangga deh blog gue dibaca oleh orang macam om naya yang you know how, film-filmnya selalu nggak jelas.”
    “habis mau gimana lagi bee. Gue bisanya cuman kayak gitu dan dari situlah gue dapet makan. So, maklumin aja deh.”
    “maunya sih gue maklumin om naya, tapi pelis banget deh, adain kek peningkatan. Masa nyutradarain film dari ide cerita produser aji mumpung. Nggak mau kalah saing sama KKD yang dua film nya berjudul rintihan kuntilanak perawan sama pelukan janda hantu gerondong mengalami peningkatan dari segi gambar. Kan biasanya kayak film jaman dahulu kala sesuai cara kerja otak kiri KKD yang emang out of date banget, gak bisa bedain mana yang baik dan mana yang salah.”

    “masa sih?”
    “iye, sumpah deh guweh.” Jawab gue sambil bergaya super lebe a la fitrop.
    Karena nggak ada respon negatif dari om naya yang sibuk bbm-an, gue melancarkan pertanyaan lagi. Yang mungkin bisa lebih berbobot. “betewe, film perdana om di tahun 2011 kan uda tayang dan buset, langsung horror-komedi, bo. Yang main si zaky, lagi. Ada angin apa om deket sama dia. Apa karena udah gak ada arumi om jadi berpaling ke sesama jenis.”
    “ya gitu deh.” Hello, jawaban apa tuh, ya gitu deh.
    “wah, pengakuan terlarang nih om.”
    “iya nih, kayaknya gue mau bikin versi layar lebar dari kisah hidup gue.”
    “well, pasti tambah super geje ya filmnya. kenyataanya aja udah annoying apalagi versi filmnya.”
    “so pasti hohoho..” lho, kok malah ketawa ya ni orang?  padahal jelas-jelas nggak ada yang lucu.
   “kalo bisa ya om, bikin film tuh yang bagus gitu. Masa mesti nunggu om naya sama KKD mati dulu, Indonesia baru bisa bebas dari film-film sampah.”
“gatau deh bee. Gue sebenarnya juga pengen mati. Gue bosen bee tiap hari dicaci maki. Padahal itu bukan mau gue. Film film gue kayak gitu tuh karena tuntutan keadaan. Lo tau kenapa gue gak pernah nampakin diri ketika press conference film-film gue? Itu karena gue malu bee. Itupula kenapa gue selalu make nama samaran.” curhat om naya.

    Gue speechless.
   TINT! TINT!
   Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil. Kita berdua menoleh mencari asal suara. Dan tertangkaplah penampakan sosok berjambang dari dalam mobil butut berwarna ijo royo-royo.
    “hei, you come on” seru orang berjambang itu kearah om naya.
    “hei, raj,” balas om naya.
    “siapa tuh om?” Tanya gue curious.
    “KKD, kita ada janji mau rapat bikin film bareng.” Jawab om naya.
    “WHAT?!?”
    “iya, kenapa bee?”
    “pelis banget. Don’t do that.”
    “relax bee. Pasti filmnya box office kok.”
    “no, berasa nitemare om!”
    “yes!”
    “no..”
    “YESS!!!”
    GUBRAAKKKK!!!
   Gue jatuh dari atas tempat tidur dan menyadari kalau semua ternyata cuman mimpi… syukur deh. kirain beneran. kiamat bisa maju setahun kalo kayak gini.
    Btw, pertanda apakah mimpi barusan ya?

catatan kecil: nayato juga manusia, guys. punya rasa, punya hati. jangan samakan dengan pisau belati.. #nyanyi
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...