Showing posts with label 2010. Show all posts
Showing posts with label 2010. Show all posts

Gaby dan Lagunya [2010]


“Ingin ku coba mencari penggantimu, namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih...”

Seperti itulah penggalan akhir lirik lagu yang pernah heboh beberapa tahun silam berjudul Jauh (Tinggal Kenangan). Lagu tak bertuan yang muncul dalam bentuk potongan suara seorang gadis bernama Gaby dengan iringan gitar yang diedit-sambung hingga mencapai total durasi 4:03 menit itu beredar lebih dulu di dunia maya. Diunduh beberapa orang, lalu berpindah via blutut hape dan diperdengarkan dari telinga ke telinga hingga akhirnya tersiar kabar rancu yang juntrungannya makin mengada-ada, bahkan berbau mistis. Seperti bagian yang menceritakan bahwa lagu Jauh direkam sebelum sosok bernama Gaby, yang entah fiktif atau memang ada di dunia ini, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Tak pelak pula ketika media besar makin membuat ‘rusuh’ hingga banyak ‘grup band wannabe’ bermunculan serta sibuk mengklaim bahwa lagu tak bertuan itu milik mereka sampai akhirnya dimenangkan oleh Caramel, band yang kini pun hilang ditelan bumi, melalui jalur hukum serta bantuan para pakar telematika dan pakar terawang gaib yang anehnya mau aja ikut campur ngurusin hal-hal corny kayak gini.

Lalu munculah sosok penulis Agnes Davonar, yang mengaku dari dialah kisah asal cerita Gaby itu bermula. Entah benar atau tidak, nyatanya novel online tersebut banyak memicu keingin tahuan khayalak. Sebelum akhirnya dicetak dalam bentuk buku, lumayan best seller serta menarik minat Lucky Lukman Hakim untuk mengadaptasinya dalam bentuk visual.

So, film Gaby dan Lagunya, adalah kesimpulan akhir dari fakta-fakta yang berkembang. Seolah menasbihkan diri bahwa begini lho cerita lagu ini yang sebenarnya. Tapi setelah dilihat secara keseluruhan. Ternyata sama aja. Siapapun bisa membuat cerita seperti ini. Bahkan tema seperti ini kayaknya uda too basi to be true. Mungkin karena kebawa hype, cerita dangkal dan datar karangan Agnes Davonar akhirnya mampu terjun bebas merangkul sasarannya. Dimana dalam versi live action dibintangi oleh artis-artis pendatang baru layar lebar yang mukanya nggak asing kita lihat dilayar kaca seperti Karina Nadila, Guntur Triyoga, Randy Kjaernett serta anak kesayangan sang sutradara, Leylarey Lesesne.

Seperti yang barusan gue bilang, cerita film ini tipis banget. Karakterisasinya nggak jelas. Yang dijual cuma jalinan kisah cinta bullshit dan tampang-tampang para pemain serta eksplorasi high-low angle khas Nayato yang gue akui terlihat cantik disini. Entahlah. Gue rasa Gaby adalah film om Naya terbaik tahun lalu dari sederet sampah-sampah yang dia produksi. Ya meski seperti biasa: kurang penggalian karakter yang hampir selalu ada di film yang diarahkan, ekskusi akhir yang terlalu cepat sehingga drama yang ingin dijual nggak terasa, akting bintang-bintangnya yang lempeng abis serta beberapa kelebayan (lagi-lagi) khas sutradara yang selalu hobi bermain dengan angin, hujan dan set dekorasi yang menarik untuk diambil kesimpulan sendiri. Seperti munculnya poster film prancis berjudul Amelie contohnya.

At least Gaby dan Lagunya berakhir dengan satu kata: menghibur. Gue sangat menikmati film ini sampe melupakan beberapa fakta yang berusaha gue toleransi. Gambar-gambar cantik yang disajikan memberi nyawa tersendiri. Serta iringan lagu yang cukup enak didengar meski ada beberapa kali muncul scoring merusak telinga namun tidak sampe terlalu parah dan menyiksa. Rasanya 4.2 dari 10 menjadi rating terbaik yang gue berikan ke Om Naya untuk film-filmnya yang beredar tahun lalu. Meski sayang hasil film ini tak terlalu fenomenal karena kisah Gaby sendiri sudah kehilangan pamor.

Rating 4.2/10

Cin.. Tetangga Gue Kuntilanak! [2010]


Rasanya setelah melihat film ini, gue mau bikin permintaan maaf secara resmi pada pembuat film Untukmu. Dimana ketika mereview Untukmu, gue menyebutkan kalo film itu sangat bla-bla-bla. Tapi ternyata oh ternyata, gue telah berdosa. Setidaknya Untukmu terasa seperti The Tree of Life yang barusan menang Cannes daripada film tai anjing seperti ini.

Gue nggak tau orang-orang primitif idiot (hell, uda primitif, idiot pula!) macam apa yang mengedarkan film tai anjing seperti ini. Eh ralat, ini bukan film. Ini tai yang beneran tai. Harusnya lembaga sensor malu dan tak mengedarkan film indonesia yang penuh adegan tambalan dari potongan scene film luar dan animasi yang tersebar di yutub. Pun dengan pemain yang sangatlah nggak layak disebut artis. Jangan lupa pula ada karakter Joker wannabe disini juga posternya yang sudah menggambarkan film secara kesulurahan.

Yakinlah, menonton film ini akan menimbulkan gejala bulanan seperti muntah kelabang, panas dingin 7 hari 7 malam non stop full service dan tak lupa bonus tidur dihantui mimpi buruk bertemu Cynthiara Alona berkepala tengkorak dan tanpa wignya yang kayak Sadako itu. Semoga orang-orang laknat kayak mereka berhenti bikin film yang akan memalukan nama baik mereka sendiri nantinya. Gue yakin anak-anak mereka kelak nggak bakalan bangga kalo ayah mereka pernah membuat spesies lain dari tai ini. Cukup Nayato dan KKD saja, yang langsung gue sembah-sembah setelah nonton film ini sambil nahan boker. Karena setidaknya derajat mereka naik satu tingkat dibanding para dedemit di belakang layar Cin.. Tetangga Gue Kuntilanak!

Gue gak mau melanjutkan mereview dan berpanjang lebar seperti sebelumnya. Intinya film ini sangat..

ANJING!!!

At least, jangan bertannya kenapa gue nekat menonton? Karena gue juga nggak tahu jawabannya. Sekian!

Rating - /10

Dalam Mihrab Cinta [2010]


Film yang diangkat dari buku best seller memang lumayan banyak diminati beberapa tahun kebelakang. Diawali dari demam teenlit pasca Eiffel I’m in Love yang meledak hingga Laskar Pelangi. Selain memang sudah mempunyai fanbase tersendiri, kebanyakan para penonton penasaran seperti apa versi live action dari buku yang mereka baca. Dalam Mihrab Cinta termasuk didalamnya. Lagi-lagi diangkat dari buku bernuansa religi dengan taburan kisah cinta picisan karya Kang Abik setelah sukses dengan Ayat-Ayat Cinta yang fenomenal itu (meski bagi gue nggak banget) dan dwilogi Ketika Cinta Bertasbih.


Sebelum masuk ke film, gue mau sedikit ngomentarin soal posternya yang so-so corny. Entah kenapa film bertema reliji harus sestereotip ini posternya. Nggak ada beda dari dwilogi Ketika Cinta Bertasbih bahkan film-film religi lain. Paling parah, selalu ada embel-embel alay seperti syuting di mesir asli bla-bla-bla. Emang penting gitu ya? Baiklah, lanjut ke topik.


Sebenarnya nggak ada yang baru dalam kisah rekaan Kang Abik kali ini. Dalam Mihrab Cinta berjalan tak beda seperti pengulangan dari kisah sebelumnya. Dan sang penulis novel yang merangkap peran sebagai sutradara juga membuat film ini sangat sinetron-ish. Dengan jajaran pemain yang sering muncul di sinema elektronik produksi sinemart, tak salah kalau gue sedikit skeptis seperti apa hasilnya. Beruntung, beberapa pemain cukup normal dan nggak ‘kaget-layar-lebar’ seperti Tsania Marwa dan Dude. Sayang, di beberapa part banyak sekali pemain pendukung yang berakting layaknya acara yang diputar di jam prime time itu. Bukannya apa-apa sih, tujuan menonton dibioskop kan untuk mencari hal baru. Ngapain coba nonton bioskop kalo hasilnya sama aja kayak televisi?

Selain berpakem pada cerita sebelumnya, kelemahan film ini terletak pada ritme yang terbilang datar dan serba kebetulan. Okelah, kalo mau mencoba setia pada bukunya. Tapi apa perlu dibuat klise, predictable dan sechessy ini? Hal yang paling mengganggu justru ending yang sangat, wow, mengampangkan sekali. Mungkin kalo dinikmati dalam bentuk tulisan oke kali ya. Tapi untuk sajian layar lebar, seharusnya penulis skenario, Adra P. Daniel bisa lebih bereksplorasi untuk mengakali agar apa yang terjadi tak secorny itu untuk disaksikan. In the end, belum ada film religi based on best seller book yang benar-benar menyenangkan untuk dilihat ketika diadaptasi. Mungkin nanti, entah apa. Atau mungkin buku karangan Kang Abik lagi. Hell, semoga bukan. Sudah bosan dengan sodoran kisah cinta ritme klise-beda tokoh seperti yang dia jabarkan dalam buku-bukunya.

Rating 4/10

Satu Jam Saja [2010]


Bisa dibilang Satu Jam Saja adalah proyek film impian Rano Karno. Dia sangat menyukai lagu ciptaan Sylvia Theorupun itu sehingga dengan penuh semangat menuliskannya menjadi sebuah skenario film layar lebar. And then voila… rilislah film arahan Ario Rubbik ini dipasaran pada oktober tahun lalu. Beragam tanggapan pun datang dari para reviewer guna menunjukkan seberapa nggak asyiknya film ini secara frontal. Including me..

Bercerita tentang persahabatan antara Gadis (Revalina S. Temat), Hans (Andhika Pratama) dan Andika (Vino G. Bastian) yang terjalin sejak SMA. Pada suatu hari Gadis mengetahui dirinya tengah hamil anak Hans. Sayangnya, Hans yang kalut malah menghilang begitu saja. Gadis pun berusaha mengugurkan kandungannya. Tapi niat itu batal ketika Andika datang menolongnya. Andika mau menikahi Gadis karena perasaan bersalah dan mengganggap hamilnya Gadis karena ketidak becusan dia menjaga sahabatnya itu. Dan tentu saja agar Gadis tak mendapat pandangan negative dari orang-orang disekitar atas kehamilannya di luar nikah.

Berita pernikahan Gadis pun sampai ke telinga Hans. Diapun masuk kembali kedalam kehidupan dua sahabatnya itu dengan harapan bisa bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Gadis. Lalu bagaimanakah kisah ini harus diakhiri?

Jujur aja, tema seperti ini tuh klasik banget. Mungkin kalo gue idup di jaman Rano Karno dan teman seperjuangan masih eksis, baru gue bisa ngerasain kalo film ini tuh penting. Dan parahnya, Rano Karno selaku penulis skenario membuat karakter-karakternya berpikiran jaman dulu. Oh pelis, apa iya hamil diluar nikah mesti seribet ini? Dijaman serba canggih yang bahkan keperawanan uda nggak ada artinya lagi (seperti gambaran film-film om Naya). Rano Karno terlalu bertele dalam mengambarkan tiap-tiap adegan dengan dialog nothing yang nggak berdampak apa-apa. Bahkan asumsi gue dia juga bingung merajut kisah yang tampak jelas 'mulai nggak tau arah kemana' ketika sosok Hans dihadirkan kembali. Maksa banget!

Nggak cuma itu, selain cerita yang vintage parah tanpa modernisasi disana sini, cara penyutradaraan sang sutrdara juga ikut-ikutan melodrama kayak ceritanya. Slow motion tanpa tujuan yang jelas. Seringkali scene-scenenya terlihat kosong. Entahlah. Terlihat sangat tak bersemangat sekali. Belum lagi musik scoring yang jarang terdengar. Sekali terdengar malah kering. Tak membawa intensitas apapun.

Beruntung ada Revalina S. Temat yang cantik seperi biasa dan Vino G. Bastian yang selalu all out. Lupakan karakter Hans dan tentunya Andhika Pratama yang ngapain sih disini? At least, Satu Jam Saja bukan film yang buruk. Dengan catatan, beredar ketika nenek-kakek gue masih kinclong. Sekian!

rating 3.5/10

Setan Facebook [2010]


Farah (Cindy Anggrina) adalah tipe cewek kuliahan alay masa kini yang demen update status-status nggak penting di facebook. Gara-gara hobi nggak worth it nya itu, dia sampe diusir sama dosennya dari kelas. Kejadian itu digunakan dengan baik oleh Tiar, sang musuh bebuyutan, untuk mengolok-olok Farah.

Keesokan harinya Farah sadar kalo status facebook-nya dibajak oleh seseorang. Dan cewek itu yakin banget kalo semua adalah ulah dari Tiar. Namun disaat akan melabrak, Cici (Maeeva Amin), teman Farah, menerima sms kalo Tiar ditemukan tewas secara nggak wajar dalam kamarnya. Semenjak itu, kejadian demi kejadian anehpun mulai memasuki kehidupan Farah. Sampai nyawa teman-temannya pun harus jadi korban. Farah yakin bahwa terror ini dilakukan bukan oleh manusia, melainkan setan facebook. Siapakah sosok dibalik setan facebook itu?

baru kali ini gue nemuin film horor indonesia yang lumayan oke dari segi cerita. eits, cukup bagian awal saja, seenggaknya gue udah sukses menikmati film setan facebook ini dengan damai. tapi setelah sepuluh menit berlalu, rasa nyaman yang dibangun hilang nggak berbekas. terima kasih untuk penulis skenarionya, M. Ilhamka Nizam dan Anggoro karena plot menjadi annoying, dipaksa untuk berhoror dan sadis nggak penting. ditambah dengan dialog corny binti maksa serta penampakan nggak perlu dari sosok setan yang bukannya menyeramkan tapi malah lucu (meski nggak selucu make up setan KKD sih). bahkan gue sudah nggak peduli dengan bumbu twist basi di penghujung film yang berakhir anti klimaks ini. atau mungkin menggantung. entahlah. itupun jika nanti benar akan ada setan twitter. yang dengan senang hati bakal gue lewatkan untuk menonton di bioskop karena udah males duluan kalo hasil film pertamanya aja kayak gini. pelis.

dari departemen akting diisi oleh wajah-wajah baru seperti boy hamzah, cindy anggrina, ricky ertan, sampe jehan sienna yang dimake over sehingga bertransformasi jadi setan facebook. sayang aja, semuanya berakting datar banget. nggak ada emosi yang bisa bikin gue yakin kalo ini film horor. apalagi menunjukan kalo mereka itu sedang main film.

dari segi visual efek, nggak ada yang spesial. yang ada malah unsur lebayisme, haha. entah kenapa masih jaman ada acara terbang-terbang kek gitu. dari scoring, ya ampun, ganggu banget. berisik. untung telinga gue gak kenapa-napa. coba kalo ada masalah, emang siapa yang mau tanggung jawab (eh, kok jadi curhat?). dan terakhir, dari segi penyutradaraan, hmm... bisa dibilang helfi kardit masih mencari-cari gimana trademark dia. kadang dia bisa nayato-wannabe ato bisa jadi dirinya sendiri. gatau juga deh. gelap.

at least, lewatkan film ini selagi sempet. sekian.

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Cinta 2 Hati [2010]


Cinta 2 hati adalah film produksi kedua wanna b pictures setelah sukses dengan bukan cinta biasa di tahun 2009. dan kali ini, sama seperti strategi sebelumnya, kembali memperkerjakan anak emas mereka, afgan, sebagai pemeran utama, bukan hanya guest star seperti di film pertama. Mungkin karena saat itu karir afgan nampak begitu kemilau, jadi tak salah jika dikatakan aji mumpung. Tapi bukan sekedar aji mumpung. Karena toh afgan yang berperan sebagai alfa ternyata bisa juga berakting meski masih kaku.

Film yang skripnya ditulis dan disutradarai oleh benny setiawan, pemenang sutradara terbaik versi festival film indonesia 2010 ini bercerita tentang kisah klasik yang tak berhenti didaur ulang oleh ribuan film baik lokal maupun internasional. Tapi meskipun tema usang, bisa jadi hal yang berbeda kalo cara pengolahan ceritanya terbilang menarik dan nggak asal. Lalu bagaimana dengan hasil film ini?

Cerita dimulai dengan penyusupan jane (olivia Jensen) ke rumah seorang superstar yang sangat dia gilai bernama alfa. Sejak itu, dengan bantaun sang kakek (deddy mizwar) yang begitu memanjakan, ditambah dengan sifatnya yang memang mau menang sendiri, jane seolah-olah punya akses lebih dalam mengaet alfa untuk menjadi pacarnya.

Alfa yang supersibuk dengan show-show nya jelas merasa terganggu dengan kehadiran jane yang entah nongol darimana karena tiba-tiba mengganggu hidupnya. Parahnya, kehadiran jane juga merusak hubungannya dengan laras (tika putri), mahasiswa biasa yang selama ini menjadi pacaranya. Awalnya laras mencoba untuk mentolerir kelakuan alfa yang tampak menikmati kedekatannya dengan jane. Tapi saat jane memintanya untuk berbagi ‘hidup’ dengan alfa, laras jelas tak bisa menerima begitu saja. Sampai sebuah kenyataan mengharuskan dia berbagi hati. Atau laras akan menyesal seumur hidup.

Mungkin kalo dijabarkan,  tampak berbeda, tapi premis singkat akan mengingatkan kita dengan film affair milik nayato. Tapi tenang saja, film ini nggak selebay film besutan sutradara seribu nama itu kok.

Dari segi penyutradaraan gue acungin jempol buat benny setiawan. Gue suka cara dia mengambil gambar secara pas serta bagaimana lihai menyajikan scene demi scene yang berwarna hingga begitu memanjakan penonton tanpa berlebihan.

Dari segi akting yah, okelah, semua bermain aman dan sesuai karakter. Afgan yang jadi diri sendiri, tika putri yang lumayan plin-plan, olivia yang childish banget serta deddy mizwar yang memberi kesan dewasa untuk teen flick galau kayak gini.

Dari segi scoring juga okelah, penempatan lagunya tampak pas sama adegan yang ditampilkan.

Tapi sayang sungguh sayang, ada beberapa part yang bagi gue lumayan annoying. Terutama ketika gue lihat penempatan ‘iklan’ yang nggak pada tempatnya dan lumayan ngeganggu. Iklan sih boleh ya, gue tau film butuh untuk menutupi bujet, tapi plis, harus bisa dimanage dong biar kesannya natural dan nggak beneran kayak iklan minuman ditivi-tivi gitu.

Lalu scene antara kakek jane dan sopirnya di balkon. entah kenapa terlalu preachy dan dibuat-buat. Bikin gue sedikit sangsi, ini film religi atau drama romantis sih? Apalagi durasinya lumayan lama padahal kalo gue bilang sih nggak usah terlalu lebay gitu. toh nggak membawa sumbangsih untuk keseluruhan cerita.

soal mood karakter yang naik turun dan plin-plan. Gue nggak tau ini karena keberhasilan akting  para pemain atau guenya yang gak sreg, entah kenapa gara-gara hal itu gue jadi bosen lihat dan teriak dalam hati: “INI FILM KAPAN SELESAI SIH?”. nggak ketinggalan ending yang anti klimaks makin membuat gue bilang kalo film ini ternyata sama aja kayak drama galau lainnya.

terakhir, gue rada risih sama judul filmnya yang gak jelas. cinta 2 hati atau cinta 2 hati dilema? kalo dilema hanya sebuah tagline, harusnya nggak usah dimasukin di opening title karena lumayan ganggu. toh judul cinta 2 hati sudah cukup mewakili.

anyway, cinta 2 hati sebenarnya bisa jadi film yang menyentuh kalo saja alur penceritaan, perubahan karakter serta dialog yang agak chessy nggak membuatnya tampak seperti 100 episode sinetron yang digabung jadi satu dalam durasi hampir 2 jam.

rating 4/10

http://www.smileycodes.info

Minggu Pagi Di Victoria Park [2010]


Minggu pagi di victoria park bercerita tentang perjuangan seorang mayang (lola amaria) yang berkerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di hongkong demi mencari adiknya, sekar (titi sjuman) atas perintah sang ayah. Dimana sekar yang juga TKW tengah terlibat hutang dengan salah satu bank kredit di hongkong, hingga membuat dia tak bisa pulang ke tanah air karena paspornya ditahan oleh pihak bank. Disalah satu sisi, mayang sebenarnya tak yakin apakah dia benar-benar menginginkan kepulangan adiknya itu atau tidak mengingat hubungan mereka tak begitu akrab sejak kecil karena perbedaan rasa kasih sayang yang diberikan oleh sang ayah.

Kira-kira dari plot utama seperti itulah diramu sebuah skenario drama tentang kehidupan TKW Indonesia yang bekerja di hongkong oleh titien wattimena. Dan menjadi begitu menawan ketika lola amaria yang juga merangkap peran sebagai sutradara dengan dukungan yadi sugandi di bagian sinematografi, berhasil memvisualisasika naskah itu dengan indah. Bagaimana patut diacungi jempol kejelian mereka dalam memanfaatkan sarana yang ada untuk mengambil sudut, detail dan lanskap hongkong secara indah tanpa berlebihan.

Dimana realita keseharian para TKW ini sukses disajikan secara gamblang tanpa tertutupi dari A sampe Z. dari persoalan menye-menye soal cinta yang berlandaskan uang, cinta sesama jenis, persahabatan antar TKW serta apa saja yang dilakukan rata-rata wanita indonesia yang memilih bekerja di luar negeri sebagai pembantu. Seperti yang kita tahu, jarang sekali tema seperti ini diangkat.

Belum lagi didukung dengan departemen akting kompeten dibidangnya. yang sukses bermain secara pas dalam mendalami karakter masing-masing. Kredit tersendiri untuk lola amaria yang bisa segitu santainya bermain sebagai mayang dengan gimik meyakinkan sebagai kakak yang antipati terhadap adiknya, selain harus menanggung beban sebagai sutradara. Terasa sekali kalo ini adalah panggilan jiwa lola. Nggak lupa juga komentar dari segi scoring yang cukup mengambil andil agar mood film ini terjaga dengan baik. meski ada kekurangan sedikit sih dibagian make-up, terutama ketika menyorot wajah karakter sekar. tapi nggak sepenuhnya menganggu kok.

anyway, sayang banget film sebagus ini bahkan cuma mendapat respon dari 10.000 penonton yang ada di Indonesia. Kalah sama film lain yang cuma bermodalkan belahan payudara dan paha mulus para cewek yang berwajah biasa saja sebenarnya, namun berani beradegan murahan. Semoga nantinya, penonton Indonesia bisa lebih jeli lagi untuk memilih tontonan yang berkualitas serta berani menerima genre berbeda untuk kemajuan perfilman bangsa sendiri. Coba deh pikir, memang apa yang bisa dibanggakan dari horror porno?

rating 8/10

http://www.smileycodes.info

Rekaman Jumat Angker

Niat awal sih mau gue review satu-satu. Tapi setelah melihat hasil akhir yang kayaknya nggak jauh beda dari film satu ke film lain, maka gue campur aja reviewnya. Karena meski tak serupa, film ini memiliki kesamaan yang menonjol. Dirilis ditahun yang sama, disutradarai orang yang sama, lokasi yang sama, genre yang sama dan kesampahan yang sama. So, dari pada banyak bacot, langsung aja cek mini review di bawah ini.

te[rekam] [2010]


film ini dianggap menjiplak film [.rec]. padahal lumayan berbeda karena hanya mencomot beberapa unsur seperti cara penceritaan bergaya found footage / mockumentary yang belakangan ini semakin popular dikembangkan sebagai varian film.

Awal-awal durasi te[rekam] tampak meyakinkan, bukan mengenai hal yang diklaim nyata, padahal jelas hanya untuk promosi film bergenre seperti ini (yang mana juga dilakukan oleh versi barat). Tapi lama-kelamaan, apalagi setelah jupe datang menggunakan pakaian superb ketat sampe kelihatan puting boobs-nya *ups*, film ini makin nggak jelas. Dan seperti kebiasaan film horror Indonesia lain, selalu saja menarsiskan mahluk halus yang harusnya malu-malu. Padahal biasanya film dengan tekstur seperti ini mestinya bisa lebih meminimalis segala sesuatu berbau ‘nampak’ agar terlihat seperti nyata. Bandingkan saja dengan film Indonesia serupa berjudul keramat, pasti film ini nggak ada apa-apanya. Coba pikir deh kalo bukan koya pagayo (alter ego dari nayato) yang mengeksekusi hasil akhir dengan sangat disturbing serta dukungan para pemain terkenal yang semakin mengaburkan kalo film ini kisah non-fiksi, pasti hasilnya akan tampak memuaskan. Atau setidaknya, nggak seperti ini.

rating 3/10

Pocong Rumah Angker [2010]


Tetap memakai alter ego koya pagayo. Nayato kembali memproduksi film berlabel sampah. Mengusung tema horror komedi yang garing segaring garingnya. membuat film ini sungguh membosankan. padahal durasinya cuman sejam lebih seuprit tapi serasa setahun lamanya. Karena dari awal, film emang udah nggak menarik untuk diikuti. Akting komedi zaky yang bikin gue kebelet beser ditempat, cerita yang nggak jelas, penampakan yang rajin serta kenggak-singkronan kenapa tu orang pas mati jadi setan pocong dan kuntilanak padahal jadi arwah cuma gara-gara cincin yang hilang. oh pelis…

rating 0/10

Pocong Jumat Kliwon [2010]


Kali ini nayato enggan memakai alter egonya. Jadi cukup memakai nama nayato tanpa embel-embel fio nuala. Dan hasilnya, tetep, komedi semakin nggak berasa, hantu semakin rajin bikin kejutan yang sama sekali nggak mengejutkan. Dan akhir kata, selamat karena dititik ini gue udah mulai jenuh sama formula nayato yang itu-itu aja. Jadi dengan segala hormat gue percepat filmnya agar sampai pada kemunculan aksi eksekusi yang, ya ampun, bodoh banget! kenapa film nayato selalu tidak bermutu seperti ini?

Lucunya diawal film ada adegan yang memperlihatkan para figuran memakai pakaian bertuliskan lewat tengah malam, kain kafan perawan dan affair. What the?

rating 0/10

***

Cukup sudah review singkatnya. Sekarang gue mau beberin beberapa fakta hasil temuan gue kenapa nayato bisa menjadi sutradara para incaran produser gelap mata karena kehebatannya menekan bujet produksi semurah-murahnya. Lihat aja dari hasil riset gue sama 3 film yang gue sewa dan selesai gue tonton marathon dalam waktu 4 jam ini.

1. lokasi rumah yang sama dan nggak ada perpindahan detail yang signifikan.
(poin pertama, hemat pengeluaran untuk lokasi karena rumah yang disewa udah jadi langganan tetap)
2. selalu ada adegan masak mi lalu benda berpindah secara ajaib. ingat adegan donita yang kehilangan mangkok di pocong rumah angker dan Jupe di te[rekam]. Sedang untuk pocong jumat kliwon cukup masak mi tapi pas mi-nya mau diangkat tiba-tiba berubah jadi rambut.
3. dialog nggak cerdas.
4. semua film nggak lepas dari tema remaja yang meyelidiki sesuatu dengan membawa kamera. (di film-film seebelum dan sesudah ini)
5. ending yang selalu gampang, dibikin lari-larian lalu diakhiri dengan jeritan serempak seolah-olah akan ada lanjutannya.
(poin dua sampe lima, meski berbeda tapi tetep berhubungan. iya, untuk menghemat bujet makanya dipilih penulis skenario yang bisa ngegaring dengan cerita daur ulang basi cuman beda nama tokoh serta ending cerita )
6. tata musik yang sama (kecuali di film te[rekam])
(poin enam, untuk mengehmat biaya penata musik, daripada bikin musik baru, makanya pake musik yang udah lama)
7. hantu yang selalu dibuat wanita berambut panjang.
(poin tujuh, untuk hemat biaya, dipakelah kostum dan wig dari film terdahulu)
8. pemain yang itu-itu mulu.
(poin enam, sama kayak poin-poin sebelumnya)
9. opening title yang fontnya serupa dan berwarna merah.
(tetep, untuk hemat biaya donlod font huruf)

Nah, cukup sekian ulasan kali ini. Nanti dilanjut di film-film nayato yang lain. Don’t go anywhere.

Pengakuan Seorang Pelacur [2010]


Sudah cukup banyak film layar lebar produksi dalam negeri yang mengangkat kisah tentang kehidupan para wanita komersil. dari yang masih berstatus newbie atau abege labil, sampe yang uda dewasa dan profesional. Sama halnya seperti film arahan sutradara bernama andrew timothy yang lagi gue jadiin bahan review kali ini. Kisah serupa kembali didaur ulang dengan judul yang diharapkan akan menjadi kontroversi: “PENGAKUAN SEORANG PELACUR” oleh sang produser. Tapi pada kenyataannya, judul itupun hanya menjadi angin lalu yang mudah terlupakan. Jadi jangan salahkan kalau masyarakat menganggap: “ah, basi!” karena terlihat sangat berkesan murahan sekali dari poster dan segala atribut yang ada di film ini.

Padahal bisa gue bilang kalo apa yang ditawarkan PSP cukup baik dari segi cerita (ingat, cerita, bukan dialog). Namun sayang, sengaja dibungkus dengan kertas berlabel “SAMPAH”, sehingga film ini jadi sekelas dengan film-film nggak berguna lainnya yang lebih dulu eksis.

Bercerita tentang alisa (jenny cortez) yang merantau ke Jakarta karena sakit hati lantaran ditinggal menikah oleh sang pacar dengan wanita lain. Di jakarta alisa menumpang tinggal dengan Rachel (andi soraya) sahabat satu kampung yang sudah lebih dulu merantau ke ibu kota dan diam-diam berprofesi sebagai wanita panggilan dibawah arahan mucikari yang biasa dipanggil mami nora (kissinger mae). disinilah alisa terjerumus setelah tanpa sadar dijual oleh laki-laki yang diharapkan bisa menjadi kekasihnya. Hingga akhirnya memutuskan untuk terjun sebagai wanita panggilan secara professional, dan nama alisa pun bertransformasi menjadi jenny untuk mengamankan identitas.

ketika melayani pelanggan, tanpa sengaja jenny bertemu dengan seorang pengusaha terkenal bernama Michael syahputra (andreano phillip) dan kemudian saling jatuh cinta. Ketika Michael mengajak untuk meningkatkan hubungan mereka kearah yang lebih serius, jenny yang selama ini menyembunyikan identitas aslinya jadi kelabakan. Dia takut begitu Michael tau kalo dia adalah seorang pelacur, pria itu akan meninggalkannya. Tapi jenny harus melakukan sesuatu. Dan kalaupun nanti hal yang tidak diinginkan itu terjadi, dia sudah siap menanggung resiko. Maka ditemuilah laras indriani (gita prisfilia) seorang pembawa acara talk show terkenal agar mau menjadikannya bintang tamu Dimana disitu jenny akan mengakui semuanya. Mengakui kalo dia pelacur.

Dari segi akting nggak ada yang special. Dimulai dari jenny cortez, andi soraya dan andreano phillip yang berakting sangat standar sesuai tuntutan naskah. Peran pembantu pun juga sama flatnya membuat film ini berjalan amat sangat biasa saja.

Dari segi sutradara nggak ada yang bisa dikomentarin karena menurut gue nggak ada yang salah sama cara ngedirectnya. Kalaupun ada mungkin lebih kepada kurangnya dia dalam hal bereksplorasi.

Dari segi naskah, nah ini dia. Sumpah, selain terdapat banyak plot berlubang, dialognya juga very chessy. Terutama ketika film dibuka. yang mana disitu terdengar suara jenny membuat sebuah prolog  nggak jelas. Juga dialog ending yang sama nggak jelasnya dengan kata-kata ribet yang diharapkan mengena tapi ternyata jauh dari apa yang diharapkan.

At least, PSP ternyata sama dengan film-film seksi lain yang diedarkan dengan cara murahan.sayang sekali..

NB: gue sedikit terganggu dengan penggunaan background kota malang sebagai tempat tinggal alisa yang mana gue tinggal di malang juga. dimana dengan bodohnya penulis skrip bilang tokoh alisa sering banget main ke pantai karena dekat rumah. sori ya, malang jauh dari pantai, adapun di daerah pelosok. harusnya kalo memang mau membuat cerita nggak usah asal comot nama tanpa survey terlebih dahulu.

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Hantu Sunat

Ini bukan judul film baru ya. Tapi kali ini gue mau review singkat dua film sekaligus yang beredar menjelang akhir tahun 2010. film pertama bergenre horror-komedi  sedang film kedua bergenre komedi doang tapi sama-sama memasukan unsur seksi di dalamnya. So, langsung aja baca bacotan gue dibawah ini.

Penganten Sunat [2010]


Film kesekian arahan rako prijanto yang bisa gue bilang paling ancur dari yang udah-udah. Sumpah, ceritanya parah banget karena jiplak mentah-mentah film korea A Tale of Legendary Libido. meski udah dirubah disana-sini, tapi tetep aja masih kelihatan. Kayak adegan kencing sampe keluar airnya kayak apaan tau, adegan cewek-cewek sekampung pada nafsu terus ngejar-ngejar japra karena tertarik sama alat kelamin yang super size and so on.

Dan hal diatas makin diperparah dengan akting semua, gue ulangi ya SEMUA PEMAIN,  yang kancut. Gak aming, gak mitha dan dara the virgin. Aduh, ngapain sih mereka semua. Pengen muntah gue. Terutama si dara tuh. Eh, tolong ya, gue tau ini proyek aji mumpung ketika lo tenar, tapi pelis banget dong tuh akting yang ekpresif dikit. Datar-datar-datar kayak intonasi suaranya. Belum lagi adegan adegan nudity maksa yang disensor, ya ampun, itu kan masih pake celana ketat. Nggak perlu gitu-gitu juga lah. plus seabrek adegan nggak penting binti maksa lainnya serta alur yang lompat-lompat.

Intinya film ini nggak banget. Aargh, untuk gue cuma nonton DVD nya. Nyewa pula. Coba kalo gue nonton dibioskop, pasti udah mencret gitu aja. Tambahan satu lagi, kenapa ya kalo ada rako prijanto disitu ada gary iskak? Dari ungu violet, d’bijis, krazy crazy krezy, merah itu cinta. Akrab bener. Jadi curiga gue…

Hantu Tanah Kusir [2010]


Miyabi come back! Dan lagi-lagi gak penting. Kehadiran dia Cuma teknik jualan film yang yah.. sampah seperti yang udah-udah. Film ini banyak banget bacot dan ribuan adegan maksa yang diharapkan lucu tapi sama sekali nggak lucu. Pengulangan-pengulangan yang biasa kita temui di film produksi maxima pictures ada disini semua. hasil akhirnya serba nanggung dari horror yang nggak nyeremin dan komedi yang garing abis. Beruntung scene akhir sebelum kredit title muncul membuat gue sedikit shock.

Gue kasian sama miyabi yang kayak orang bodoh disini. Dan tambah kasian sama yang jadi setan. Perasaan matinya biasa aja deh. Tapi kok setannya slaser bener pake putus-putusin kepala, congkel kornea mata dan kelupas pipi. Oh pelis, kenapa sih film Indonesia makin hari makin kayak gini.

For your information, kok posternya sepintas lalu mirip sama film premonition-nya Sandra bullock ya?

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Heart 2 Heart [2010]


Rasanya menjadi pilihan yang tepat untuk tidak menonton film ini dibioskop walau sebenarnya agak curious seperti apa jadinya film kesekian om naya yang rilis menjelang akhir tahun 2010 ini. Dan beruntung dengan cepat filmnya rilis dalam versi home video sehingga bisa gue tonton di kamar dan langsung pingsan saat itu juga. maklum, nonton sebuah produk cepat saji.

1. film dibuka dengan sangat nggak banget. Sumpah deh. Dan semakin durasi berjalan gue makin nggak tau apa tujuan film ini dibuat. Untuk mengekor kesuksesan heart, mengingat posternya menipu dengan judul yang terlalu dibuat-buat seperti itu? Apalagi begitu menonton secara keseluruhan, template film ini sangat heart nya om hanny r. saputra banget. Dari lokasi yang bisa kita jumpai di film heart dan premis yang sebelas dua belas.

2. editing film ini sangat menyedihkan. Gue pengen nangis lihatnya. Lompat kesana-kemari tanpa arah.

3. I think film ini merupakan film nayato paling jelek diantara yang udah jelek. Karena dia kelihatan nggak niat banget bikin film ini. Visualisasinya nggak seindah biasanya. Tau sendirikan gimana kebiasaan nayato yang hobi bereksplorasi dengan angle-angle itu? Coba aja lihat sendiri deh—itupun, dengan catatan, kalau niat.

4. gue nggak percaya yang nulis skenarionya mbak titian wattimena. Mungkin dia lagi sakit kepala pas buat. Padahal gue nggak pernah raguin ni orang dalam setiap film hasil olahan idenya. Tapi untuk kali ini, maaf saja, gue sangat merasa bodoh melihat film ini yang begitu dangkal dan chessy. Dari konflik yang mengada-ada serta karakter yang nggak begitu kuat. Terus lagi ada subplot paling aneh yang pernah gue temuin di sebuah film. seperti hadirnya cerita tentang cowok yang hobi breakdance (atau apa deh gue gatau nama jenis tariannya) terus mati gitu aja karena kanker. Maksudnya apa gitu ya diceritain? Toh gak membawa apa-apa untuk filmnya sendiri. Atau, oh gue tahu, untuk memanjangkan durasi kan?

5. hal diatas semakin diperparah dengan akting karbitan modal tampang irish bella dan aliff ali. Lihat aja deh, ekspresi mereka lebay dan nggak pada tempatnya. Juga cara ngomong yang dibuat-buat. Mungkin sedikit kredit untuk aliff yang memang bukan orang Indonesia. Tapi si irish tuh, tinggal dimana sih sebelumnya, kok logatnya sok english gitu? Lain kali kalo pilih bintang baru cari yang nggak cuma modal tampang tapi juga bisa akting.

6. kehadiran arumi yang kayak artis besar gitu hingga tertempel di poster dengan embel-embel ‘penampilan khusus’ ternyata biasa aja. Cuma mungkin kehadiran dia bisa lebih memberi isi untuk film ini diantara akting semua pemain yang nggak bernyawa. Serius…

7. semakin kesini, gue mulai jenuh sama soundtrack bikinan teh melly. Nada-nada yang seirama dengan lagu sebelumnya dan lirik yang maksa. Padahal biasanya dia kalo bikin lagu bagus-bagus. Nyeleneh tapi keren. Kalo yang ini, absolutely, basi!

8. beruntung lokasi yang dipilih nggak sebasi biasanya meski yang jadi sekolah udah pernah dibikin set untuk film-film nayato sebelumnya bahkan yang terbaru, pocong ngesot.

Kalau ada yang tertipu dengan posternya yang cantik mungkin pantas kecewa sama film ini. Another trash movie from same director with similar theme.

NB: irish bella tuh siapanya pevita pearce sih kok mirip banget?

Rating 0/10

http://www.smileycodes.info

Perjaka Terakhir 2 [2010]


Jarang banget film indonesia mengambil genre aksi baku hantam. Adapun, cuma jadi pelengkap cerita, bukan sajian utama. Baru-baru ini lagi trend film bergenre aksi komedi. Ada yang berhasil di dua kubu seperti madame x *dengan catataan: lupakan komedi yang sedikit lebay*. Ada juga yang gagal di keduanya. Contoh gagal dari berbagai segi itu adalah film perjaka terakhir 2 arahan sutradara bernama jacky (who’s him?) yang dibintangi fahrani dan lagi-lagi ringgo agus rahman.

Gue rada nggak jelas sama jalan ceritanya. Apalagi ketika membaca sinopsis film di wikipedia atau 21 cineplex yang bisa gue bilang mereka/oknum tertentu telah melakukan sebuah kebohongan publik. karena terdapat penampakan lebay akut di sinopsis yang gue baca itu. Dimana nggak ada sama sekali adegan-adegan yang disebutkan dalam sinopsis.

Ya sudahlah, lagian udah basi ini. Tapi kurang lebih begini ceritanya. Sebuah perguruan silat bernama halilintar sedang dilanda pailit karena tak adanya pemasukan dana dari murid baru yang ingin berguru pada mereka. Dengan gencar, 4 anggota perguruan yang tersisa berusaha promosi mencari murid kemana-mana meski tak membawakan hasil. Sampai akhirnya datang sugeng (ringgo), satpam cupu yang berniat jadi murid dengan dua alasan. Alasan pertama karena dia menyukai satu-satunya murid cewek perguruan halilintar bernama sam (fahrani). Alasan kedua biar nggak dianggap remeh sama orang sekitar. Awalnya sempat diragukan karena sugeng tak mempunyai uang untuk membayar biaya pendaftaran. Tapi setelah menjanjikan kompensasi mau melakukan pekerjaan rumah selepas berlatih, diapun diperbolehkan. Toh nanti kalau sukses menjadi petarung handal, sugeng bisa dijadikan alat promosi.

Selama proses pelatihan, sugeng yang otaknya mesum mulu nggak pernah serius. Dia selalu tergoda akan kemolekan tubuh sam. Sampai akhirnya keadaan memaksa sam dan sugeng untuk bersatu melawan ki wedan (barry bintang) yang berniat memiliki buku tua turun temurun dari perguruan halilintar.

Menarik? Bagi gue, nggak. Selain nggak memiliki tema baru, semua yang ada di film ini sangat terkesan dipaksakan. Dari komedi yang garing meski udah bikin karakternya kesakitan setengah mati demi mengundang tawa penonton tapi tak berhasil. Adegan fighting yang nggak enak dilihat efeknya dan nggak jauh beda sama ftv di indosiar. Adegan buka-bukaan fahrani yang mubazir dan seharusnya tidak terlalu penting untuk diekspos toh bodi fahrani biasa-biasa aja. Adegan bugil ringgo yang, naudzubillah, ngapain sih pake acara pamer bokong gitu? Merusak mood gue aja. Untung gue nontonnya hasil donlod. Coba kalo dibioskop. Pasti udah gue muntahin poster filmnya tepat dimuka ringgo yang tercipta dari lahir udah bloon. Oh, pelis banget!

Jadilah sebuah film yang sangat membuang waktu untuk dilihat karena sama sekali jauh dari kesan menghibur. Membunuh penonton, iya. Karena berhasil memperkosa otak penonton untuk melihat hal-hal bodoh binti lebay yang seharusnya nggak perlu ada.

Rasanya nggak penting diberi label 2 karena film ini tak ada hubungannya dengan seri pertama selain sama-sama nyampah dan dibintangi oleh fahrani, yang bagi gue kehadiran ni cewek bukan sebuah nilai plus. dimana fahrani nggak terlalu pintar dalam memilih peran selepas mendapatkan piala citra berkat aktingnya di film radit jani. Sangat disayangkan.

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Rintihan Kuntilanak Perawan [2010]


Actually gue ogah banget ngereview film the king of moron, KKD, yang dulu-dulu. Tapi berhubung ada yang bilang kalo film ini jiplak film Hollywood arahan karyn kusama dan salah satu faktor ‘X’ nya dibintangi oleh bintang bokep binal dari amrik sono berlabel tera patrick, gue langsung aja tanpa basa-basi donlod filmnya. Dan ternyata benar adanya, film ini jiplak semua yang ada pada Jennifer's body-nya si megan fox. Oh my god. Sekali lagi gue ulangi biar efek dramatisasinya lebih kerasa, OH MY GOD?!?

Sebagai manusia berakal, gue bilang KKD memiliki akal dan pikiran yang rada nggak beres. Gimana bisa dengan bodohnya dia melakukan penjiplakan pada film seheboh Jennifer's Body yang belum lama ini VCD/DVD nya beredar di indoensia. Bikin gue heran gimana cara kerja otak dia. Apa udah korslet atau gimana. Yang pasti, parah banget.

Kalo jiplak jadi oke sih gak masalah. Minimal nyantumin di kredit title kalo based on ato remake lah. Tapi ini udah nggak bilang kalo jiplak, cerita dan kualitas film ancur pula. bahkan dengan pede dan sangat tidak perlu membayar mahal manusia bernama tera patrick. What the..?

Selain tera, film ini juga dibintangi janda memble si rhoma irama bertitel angel lelga, catherine wilson yang selalu pengen eksis dengan membintangi film kualitas sampah dan nggak ketinggalan andreano phillip, yang gak mempunyai bakat akting sama sekali.

and then setelah nyocokin cerita sama daftar pemain, gue pengen nimpuk muka KKD dan bagian casting pake tai. Jelas-jelas miscast terjadi disini. Hell, filmnya bercerita tentang kehidupan wanita virgin yang penampakannya masih lugu. tapi gimana bisa kelakuan sebinal dan bodi semlorot tera yang udah nggak kehitung berapa kali difu*k sama cowok selama hidupnya. Oh my.. mending suruh tera ngebokep aja daripada main film coz her acting is TOTALLY SUCK! Mending gue mencret daripada liat akting dia.

Selain itu kalo milih pemain disesuain dong. Jangan asal comot kayak dengan idiot nyuruh si janda memble, angel lelga, ngebacot inggris. Pelis banget deh, didengerin nggak enak tau!

Lupakan soal sinopsis, cara penyutradaraan dan hal-hal geje yang memenuhi seisi film karena nggak bakal gue kasih tau mengingat hal ini begitu membuang waktu. Karena film ini teramat lebe dari poster, tagline, judul yang nggak berhubungan dan lembaga sensor yang goblok meski bukan film esek-esek, tapi film ini—seperti film KKD yang udah-udah—sangat tidak layak konsumsi untuk diloloskan.

At least, sekali lagi gue memberi rating, yang cuma ada disini: 0 dari 10. yah, emang nggak perlu susah-susah ngasi angka untuk film nggak penting-penting banget kayak gini. Sekian dan terima kasih!

rating 0/10

http://www.smileycodes.info

Laskar Pemimpi [2010]


sebenarnya ada alasan kenapa gue melewatkan film indonesia ketika tayang di bioskop. pertama karena nggak sempet alias sibuk atau memang menyibukan diri. kedua karena filmnya nggak layak konsumsi, jadi daripada buang duit mending lihat nanti pas udah muncul versi DVD dan VCD originalnya--atau malah kadang dengan senang hati melewatkan. terakhir, karena emang sengaja nunggu versi home videonya keluar karena lagi gak ada mood buat nonton. dan sebelum menonton, film arahan monty tiwa ini masuk daftar ketiga.

dilihat dari nama sutradara, oh, bolehlah. dari jajaran pemain seperti project pop, shanty, gading marten, rifnu wikana, masayu anastasia, marcell dan dwi sasono, kayaknya seru. dari genre yang mengambil action komedi, film ini sepertinya bakalan berbeda. tapi entah kenapa gue masih nggak tertarik buat nonton waktu itu. padahal daripada boring dirumah menahan lapar karena lagi puasa, bukankah lebih enak kalo dibuat nonton film yang mana versi trailernya di tivi seperti sangat menjanjikan sesuatu yang bisa membuat penonton tertawa ngakak. suatu pertanda kah? jawabannya baru gue temuin ketika selesai menonton filmnya kemaren di you tube. dan gue sangat berterimakasih sama mood gue karena telah berjasa menyelamatkan gue dari segala isi ketololan yang memenuhi laskar pemimpi.

oke, pada bagian opening title dimana terlihat gambar-gambar hijau persawahan dengan backsound indonesia pusaka, film ini terlihat seperti layak konsumsi. tapi ketika menit kemudian berubah jadi adegan musikal yang--yah, film bollywood aja gak gini-gini amat, mood gue langsung drop ke dasar jurang. dari situ film ini jadi memuakan dan bikin gue pengen muntah sekaligus boker dalam waktu bersamaan!

gue gak tahu apa alasan dibuatnya film ini. dari segi menghibur jelas gagal pada menit awal. apakah hanya karena mengangkat tema perjuangan indonesia jaman dahulu kala maka harus diboyong ke layar lebar? rasanya via tivi saja sudah cukup. sekali tonton, lupakan.

gue bukannya nggak menghargai niat baik film ini yang ingin membakar semangat nasionalisme para generasi muda sekarang yang mulai pudar. tapi boro-boro, selain dari lagu nasional yang di aransemen ulang, nggak ada roh nasionalis yang bisa gue petik.

gue gak tahu mesti meyalahkan siapa. pemilik ide cerita dimana dia bisa mencetuskan ide membuat film goblok kayak gini atau scriptwriternya yang miskin ide. atau mungkin keduanya. coba kalo nggak ada mereka, mungkin film model beginian nggak akan pernah ada. udah jalan cerita absurd dengan dialog-dialog jablay serta komedi yang nggak ada lucu-lucunya sama sekali.

dari segi pemain semuanya cukup baik ketika membintangi film lain seperti yang udah gue sebutin diatas tadi. apalagi project pop. siapa sih yang nggak tahu mereka? gokilnya udah famaous kemana-mana. tapi nggak tau kenapa yang terlihat disini mereka malah nyampah. akting maksa, nggak lucu dan bikin eneg. semua personil project pop kayak terpaksa gitu gue ngelihatnya. sama sekali nggak ada gereget. bahkan saat diharuskan adegan itu dapat membuat orang yang nonton tertawa, gue malah diem aja. nggak tahu mesti ngetawain apa sambil ngebatin "apanya sih yang lucu? adegan slapstik nabrak pohon? adegan nyanyi-nyanyi gak jelas? apa? APA?!?!"

sumpah, gue gak tahu mau ngomong apalagi. semua yang ada disini tuh nggak niat dan too much. lihat aja efek tembak-tembakan yang animasi. setting jaman dulu yang nggak niat dan masih kerasa jaman sekarang. atau judul yang merupakan gabungan dari dua bagian novel andera hirata. parah, parah banget. film komedi terburuk yang pernah gue tonton

kalau boleh milih dan kembali ke awal, harusnya laskar pemimpi masuk dalam poin kedua. dimana gue nggak harus menonton film ini. atau lebih baik melewatkan dengan senyum bahagia. sorry to say...

rating 0/10

http://www.smileycodes.info

Pengantin Pantai Biru [2010]


1. om naya heboh mengeluarkan 14 film di tahun 2010. dan kesemuanya rata-rata selevel sama tai.

2. pengantin pantai biru. cerita daur ulang plus nggak ada pembaruan sama sekali. dari sampah tetep menjadi sampah. mungkin niatnya mau dibikin sekuel air terjun pengantin. tapi karena pihak multivision plus gak cocok sama om naya dan skenario bikinan ery sofid sendiri karena mengandung sampahisme, jadillah film ini di produksi oleh kanta indah film dan bic production.

3. meski meninggalkan nuansa hujan-hujan, film ini tetap berciri seorang om naya. ya, apalagi kalo bukan adegan jalan terus nolah noleh tanpa alasan. parahnya, scene kek gini trus dilakukan oleh hampir semua pemain.

4. adegan buka-bukaanya maksa. masa tiap mau ngapa-ngapain para ceweknya buka baju. untung bodinya oke. coba kalo kaya okky lukman. ups...

5. pengen gue bunuh si keket karena wira-wiri terus disetiap scene tanpa tujuan. apa nggak capek gitu, secara udah dijelaskan kalo dia manusia. bukan setan. tapi jalannya cepet banget dari pantai ke air terjun, dari rumah ke hutan. niat ngebunuh ato melakukan program 1000 langkah tiap hari, jeng?

6. semua pemain nggak ada yang berakting oke. cynthiara alona uda ketuaan tuh masuk ke kelompok anak muda di film ini. muka udah kayak tante-tante gitu. keith foo juga ngapain sih, akting standar aja ngeksis banget. belum lagi cinta dewi. udah muka pas-pasan, cara ngomongnya gaenak didenger lagi.

7. dari segi poster, norak abis. gradasi warnanya sangat tidak memikat. hanya menonojolkan kemolekan dada, pusar dan paha serta wajah cantik tokoh-tokoh wanitanya. setipe sama poster air terjun pengantin yang ngejiplak poster film komedi hollywood, couples retreat. gak ngebayangin kalo yang ada diposter para wanita kek mpok nori, mpok atiek, omas dan kawan-kawan. hehehe :)

8. banyak adegan yang nggak kreatif dan hampir ada disemua film slasher keluaran 2010. foto-foto dipantai? yup. pake baju bikini? excatly. kejar-kejaran? apalagi. kayaknya rizal mantovani patut bangga karena jadi trendsetter film model beginian.

9. nggak usah di tonton deh, daripada lo stres kayak gue. udah tau film jelek masih aja di tonton. haha... lama-lama gue bisa kena sindrom vividism nih. astoviwo. amit-amit. jangan sampe!

10. maaf kalo ada yang tersinggung. kenyataan emang menyakitkan. hahaha...

rating 0/10

http://www.smileycodes.info

Sweetheart [2010]


1. sweetheart merupakan film terbaru arahan hanny r. saputra setelah gagal di awal tahun 2010 dengan ssst.. jadikan aku simpanan. dari segi mendirect lebih baik ketimbang film yang dimainkan oleh acha septriasa dan julia perez itu. tapi tetep kalah jauh kalau dibandingin dengan debut om hanny di film virgin.

2. judul film ini diambil dari nama geng berisikan tiga cewek SMU yang sok ngeksis di sekolah tapi nggak punya otak. yang punya hobi nge-bully anak-anak baru dengan lebay-melambay dan gue yakin cuma bisa terjadi di film indonesia. dan agar hasil bully mereka nggak ketahuan, tiap korban akan dibuat tutup mulut dengan ancaman foto buka-bukaannya akan disebar luas kalau berani ngadu. tentunya bukan foto-foto panas kek dewi perssik atau cynthiara alona. tapi foto yang emang sengaja dibikin geng sweetheart supaya geng cewek ini tetep bisa puas menindas.

3. plot terlalu dangkal dan nggak ada sesuatu yang baru untuk ditampilkan. sebuah cerita basi yang nggak berhenti di modif habis-habisan disana sini dengan sangat alay.

4. scriptwriter-nya kebanyakan asupan gizi sehingga pas ngetik skenario film ini nggak bisa mikir yang bener karena pada akhirnya film ini hanya bertaburan dengan cerita terlalu garing dan klise, too chessy to be true. banyak adegan berlebihan dengan dialog yang sama sekali nggak berguna.

5. 10 menit pertama terlihat sangat menjanjikan. tapi setelahnya, sangat memuakkan. untung cuma nonton via youtube. apa jadinya kalau gue nonton di 21, dengan cerita nggak jelas kalau misal gue nggak baca sinopsisnya duluan, pasti udah mencret di dalam bioskop.

6. durasi terlalu panjang untuk film nggak penting kayak gini. sangat membosankan dan nyebelin karena berhasil bikin gue ngumpat: "aarrrggghh... kapan kelarnya sih?!" berkali-kali. dan membuang napas lega begitu muncul credit title nama pemain.

7. semua cast bermain standar sesuai tuntutan naskah. tapi gue paling interest sama akting sabai morscheck yang very totally sebagai imel, model remaja psycho.

8. eksekusinya gue suka. nggak perlu ada tokoh utama yang mati kayak film-filmnya om naya. ending film ini sangat manusiawi.

9. kata sutradara dan produser film ini memiliki pesan khusus. emang ada pesan gitu ya? kok gue nggak bisa nangkep selain film bully cewek yang ceritanya ngejablay.

10. overall, terlalu biasa. forget it, sesuai sama posternya yang nggak banget!

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Lihat Boleh, Pegang Jangan [2010]


maxima pictures. gue akui sebagai rumah produksi besar yang selalu eksis merilis film. entah itu film berlabel lumayan, nyampah atau tai yang mirisnya selalu laku dipasar berkat trik dan strategi berjualan yang efektif. di mulai dari keluarnya film pertama production house ini di tahun 2007 dengan judul awal alice, tidak tinggal disini lagi yang kemudian di sulap menjadi lewat tengah malam dan merupakan horror terbaik yang pernah di direct oleh om naya yang saat itu memakai nama koya pagayo. disusul cinta pertama yang lumayan sukses dan lagi-lagi dibesut om nayato yang dengan sangat pede memakai nama aslinya.

namun semakin kesini, entah kenapa film-film keluaran maxima makin basi dan yah, nggak mengalami perkembangan. dengan jualan adegan mesum, komedi garing, horror nggak niat, pemain yang itu-itu mulu dan sutradara yang itu-itu aja. sama sekali nggak memberikan apa-apa selain tambahan film yang patut dilirik sekilas doang lalu ditingal pergi gitu aja dengan berbagai alasan. alasan kebelet boker misalnya. karena dilihat dari hasil olahan maxima dengan boker juga nggak beda jauh ini. sama-sama lihat tai kan? uups.. sorry!

lalu apa yang ditawarkan dari film arahan findo purwono ini?

lihat boleh, pegang jangan. merupakan film kesekian yang dirilis oleh maxima dengan bintang utama yang udah pengen muntah plus mencret aja liat muka dan aktingnya yang nggak maju-maju itu. dengan cerita yang sangat indonesia: yaitu persaingan dalam berjualan bakso.

bakso?

yah, ide yang menarik sebenarnya. dan jujur untuk ukuran film produk maxima, gue lumayan terhibur. nggak ada kernyitan dahi, makian atau mata ble'e lihat ke nggak jelasan seperti yang biasanya gue alami.

film ini ngalir meski sangat gampang ketebak. nggak ada akting pemain yang annoying. semua pas dan nggak lebay. kecuali si perssik, of course. dan gue mencoba melupakan kalo ada kuntilanak satu itu disini plus kroni-kroninya yang sangat nggak penting kek daus separo, joshua bibir dan yadi sembako.

kekurangan film ini terletak pada durasi yang dipanjang-panjangin. terkadang muncul scene-scene ngejablay dan nggak penting untuk dimasukin. lebih oke lagi kalo yang main bukan si perssik. eh, kenapa gue jadi sentimen sama janda satu ini ya? hahaha....

dari segi poster terlalu lebay kata gue. apalagi lihat judulnya yang, omaigod, sama sekali nggak ada hubungan dengan isi film dan kelihatan cuma sebagai taktik jualan semata. yang disayangkan adalah keterlibatan duo mahadewi. scene mereka diisi oleh figuran nggak penting pun, nggak masalah sebenarnya. apalagi kemunculan mereka yang cuman seuprit. pengen ketawa guling-guling gue lihatnya. wkwkwk...

seenggaknya kali ini maxima mempunyai niat baik dengan tidak terlalu memasukan unsur eksploitasi tubuh pemain ceweknya. film ini pure drama komedi meski nanggung juga porsinya. overall, cukup menghibur. apalagi penampilan shinta bachir yang memukau bagi gue pribadi. cukup sekali tonton dan lupakan. masih banyak film indonesia lain yang dua kali lebih menghibur. masalahnya, ada nggak?

hmm, lihat film ini jadi pengen makan bakso.  yummy!

rating 3.7/10

http://www.smileycodes.info

Love in Perth [2010]


jadwal rilis sebuah film emang aneh-aneh. ada produser yang mintanya tanggal segini, bulan ini, biar tepat momentumnya. atau malah ada yang sampe nunggu bertahun-tahun. nggak usah jauh-jauh ke hollywood buat ngambil contoh. kasus nyata yang terjadi di indonesia adalah jadwal rilis hari untuk amanda yang kedengeran gemanya awal tahun 2008 namun rilis pada bulan januari 2010. nggak berbeda jauh dengan film keluaran MD pictures arahan findo purwono ini yang ngendon setahun dari akhir tahun 2009 hingga rilis resmi dijaringan 21 akhir tahun 2010 dengan alasan yang nggak jelas.

love in perth, bercerita tentang lola, cewek berusia 16 tahun yang dapat beasiswa sekolah di salah satu high school di perth, australia. disinilah dia akhirnya bertemu dengan dhani. cowok jutek yang akhirnya luluh dengan segala tingkah polah lola. namun tanpa dhani dan lola sadari, ada ari, yang selama ini jadi teman curhat lola, yang diam-diam menaruh hati pada cewek satu itu. hingga pada suatu momen ari menyatakan cintanya. dan membuat semua jadi tak mudah sejak saat itu. lalu pada siapakah lola akan memberikan hatinya?

dengan plot dangkal dan super duper klise inilah film love in perth berjalan hampir satu setengah jam. sayangnya selain setting luar negeri yang terkesan 'wah', nggak ada apa-apa lagi yang bisa dilihat dari film ini. semua serba standar, flat dan bertaburan hal-hal chessy. dari benci jadi suka, rebutan cowok populer, cewek baik-baik ditindas ketua geng populer, cinta segitiga, kasih tak sampai, sahabat jadi cinta, ending sempurna, adegan monoton khas drama komedi dan kawan-kawan. what the fuck with it? serasa lagi baca novel teenlit!

jujur saja film ini amat-amat-amat sangat membosankan. sutradaranya nggak bisa nampilin hal-hal berbeda dari cerita cinta yang sudah basi kayak gini. akting artis pendatang baru kek gita gutawa, sangat kancut, sok dewasa dan sok penting. karir comeback derby romero di layar lebar pasca petualagan sherina juga so standart. bayangin aja lagi liat dia akting di sinetron striping kepompong. cukup salut dengan petra sihombing yang natural banget aktingnya dengan emosi dikala cemburu melihat kedekatan lawan mainnya begitu ngena. selebihnya, please deh, artis-artis pendukung yang sering eksis di sinetron MD sama sekali nggak penting untuk dilihat.

diharapkan menjadi film penutup tahun yang manis, namun gagal. love in perth hanya menambah daftar film ecek-ecek indonesia. sanggat nggak berguna pihak MD menyimpan film ini sampai setahun lamanya.

nggak ada yang spesial dari film cinta-cintaan ini selain bersetting diluar negeri (yang tempatnya itu-itu mulu) dan dibintangi oleh tiga penyanyi muda. beruntung soundtracknya sangat ear catching seperti parasit, aku cinta dia, malu tapi mau dan cinta takkan salah. cukuplah membuat gue nggak beranjak meninggalkan bioskop.

rating 3/10

http://www.smileycodes.info

Ngomongin Film Indonesia Awards 2010


For The First

mendekati akhir tahun gini, biasanya banyak acara penghargaan film di gelar. nggak diluar atau dalam negeri, semua pasti heboh ngomongin siapa yang masuk nominasinya. sometimes, ada yang kecewa begitu mengetahui kalo film yang mereka jagoin gak masuk nominasi. atau ada juga yang lebay karena tahu film favoritnya masuk sampe bikin acara nangis darah berjamaah segala.

therefore, gue ikutan copy paste sebuah penghargaan via blog 'ecek-ecek' kek gini. dan dengan sedikit bangga, gue beri tajuk NGOMONGIN FILM INDONESIA AWARDS. ayo mana tepuk tangannya. ya, ya, cukup gak usah banyak-banyak dan kelewat alay sampai tepuk tangan sambil guling-guling dilantai gitu. hahaha... *padahal nggak ada*

anyway, kebanyakan bacot deh gue. oke, langsung aja sebelum masuk ke siapa-siapa yang dapet award bohongan, gue mau ngasi tau kalo award ini gue nilai berdasarkan apa yang gue lihat dari hasil filmnya sendiri setelah beredar resmi di jaringan 21 indonesia. karena nggak semua film tahun ini gue tonton, gue bakalan ngasi awards sama film yang udah gue liat dan review di blog ini. secara cuman acara award-awardan doang, jadi tiap kategori gue masukin 4 pemenang dan yang paling memenuhi kriteria gue beri font italic. khusus poster gue kasih 5 pemenang.

so, inilah pemenang NGOMONGIN FILM INDONESIA AWARDS 2010 bagian pertama. let's check this one out!

Poster Terkancut

award ini jatuh pada film-film yang posternya ngejablay alias gak niat. entah tu produsernya yang sok yakin kalo filmnya bakalan laku dengan poster kek gini ato yang buat poster sungguh brilian hingga gak bisa nge desain gambar yang lebih baik lagi daripada ini.







Poster Terlebay

disini pemenang buat poster yang kelewat batas. gue pikir sih yang bikin poster teramat kreatif hingga posternya jadi lebay kayak ini. alay deh pokoknya!







Poster Terbaik

award ini buat poster film yang bener-bener nyeni dan eye catching. meski kadang isinya menipu juga sih. hehehe...






Pemeran Pria Terbaik

Reza Rahadian - Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Edo Borne - I Know What You Did On Facebook
Aming - Madame X
Oka Antara - Hari Untuk Amanda

Pemeran Wanita Terbaik

Fanny Fabriana - I Know What You Did Last Summer
Tika Panggabean - Red Cobex
Tika Bravani - Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Acha Septriasa - Menebus Impian

Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Vicent Rompies - Madame X
Asrul Dahlan - Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Deddy Mizwar - Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Agastya Kandau - I Know What You Did On Facebook

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

Shanty - Red Cobex
Ayu Diah Pasha - Menebus Impian
Kimmy Jayanti - I Know What You Did On Facebook
Leylarey Lesesne - Not For Sale


Sutradara Terbaik

Awi Suryadi - I Know What You Did On Facebook
Mo Brother - Rumah Dara
Deddy Mizwar - Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Lucky Kuswandi - Madame X

Scriptwriter Terbaik

Awi Suryadi, Alberthiene Endah - I Know What You Did on Facebook
Agasyah Karim, Khalid Kashoogi, Lucky Kuswandi - Madame X
Musfar Yasin - Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Mo Brother - Rumah Dara

Sinematografi Terbaik

Darah Garuda
Rumah Dara
I Know What You Did on Facebook
Hari Untuk Amanda

Soundtrack Terbaik

Lala Karmela - Satu Jam Saja (OST. Satu Jam Saja)
Alexa - Jangan Kau Lepas (OST. Hari Untuk Amanda)
Shanty - Tinju (OST. Madame X)
Afgan - Dalam Mihrab Cinta (OST. Dalam Mihrab Cinta)

Film Terbaik

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Rumah Dara
Hari Untuk Amanda
Darah Garuda

------------------------------------------------------------------------------------------------------------


setelah mengetahui pemenang-pemenang Ngomongin Film Indonesia Awards 2010, gue mau bikin spesial edition tentang siapa-siapa pemenang spesial kategori terburuk. nggak berniat menghakimi sendiri, tapi setelah melihat hasil filmnya yang emang super duper nyampah, kenapa nggak kan gue bikin kayak ginian? so, langsung aja pantengin para loser-nya versi gue!

Aktor Terburuk

Ricky Harun - Toliet 105
Hardy Hartono - Pengantin Topeng
Andreano Phillip - Rayuan Arwah Penasaran
Dimas Aditya - Jejak Darah
Dimas Andrean - Selimut Berdarah

Aktris Terburuk

Fahrani - Taring
Massayu Anastasia - Pengantin Topeng
Acha Septriasa - Sst.. Jadikan Aku Simpanan
Thalita Latief - Jejak Darah
Uli Aulini - Nakalnya Anak Muda

Aktor Pendukung Terburuk

Joe Richard -Istri Bo'ongan
Indra Birowo - Toilet 105
Tities Saputra - Tiran
Zidni Adam Jawaz - Sst.. Jadikan Aku Simpanan
Fero Walandow - Nakalnya Anak muda

Aktris Pendukung Terburuk

Rahma Azhari - Rayuan Arwah Penasaran
Mentari - Jejak Darah
Garneta - Affair
Suti Karno - Toilet 105
Ratu Felisha - Kain Kafan Perawan

Skenario Film Terburuk

Awi Suryadi - Pengantin Topeng
Melonys - Selimut Berdarah
Riady Adef - Kain Kafan perawan
Maruska Bath - Jejak Darah
Melody Mucharansyah dan Ve Handojo - Toilet 105


Sutradara Terburuk

Awi Suryadi - Pengantin Topeng
Ferry Ipey dan Assad M.A - Selimut Berdarah
Hartawan Triguna - Toilet 105
Nayato Fio Nuala - Affair
Nur Hidayat - Jejak Darah

Film Terburuk

Toilet 105
Pengantin Topeng
Rayuan Arwah Penasaran
Selimut Berdarah
Jejak Darah

harapan gue di tahun depan cukup simple. please di stop film-film nggak bermutu yang makin membuat semangat penonton indonesia kian lama kian turun. jangan sampe tragedi mati suri terulang lagi. amen for that.

sampai jumpa tahun depan. enjoy it!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...