Showing posts with label All in One. Show all posts
Showing posts with label All in One. Show all posts

Rekaman Jumat Angker

Niat awal sih mau gue review satu-satu. Tapi setelah melihat hasil akhir yang kayaknya nggak jauh beda dari film satu ke film lain, maka gue campur aja reviewnya. Karena meski tak serupa, film ini memiliki kesamaan yang menonjol. Dirilis ditahun yang sama, disutradarai orang yang sama, lokasi yang sama, genre yang sama dan kesampahan yang sama. So, dari pada banyak bacot, langsung aja cek mini review di bawah ini.

te[rekam] [2010]


film ini dianggap menjiplak film [.rec]. padahal lumayan berbeda karena hanya mencomot beberapa unsur seperti cara penceritaan bergaya found footage / mockumentary yang belakangan ini semakin popular dikembangkan sebagai varian film.

Awal-awal durasi te[rekam] tampak meyakinkan, bukan mengenai hal yang diklaim nyata, padahal jelas hanya untuk promosi film bergenre seperti ini (yang mana juga dilakukan oleh versi barat). Tapi lama-kelamaan, apalagi setelah jupe datang menggunakan pakaian superb ketat sampe kelihatan puting boobs-nya *ups*, film ini makin nggak jelas. Dan seperti kebiasaan film horror Indonesia lain, selalu saja menarsiskan mahluk halus yang harusnya malu-malu. Padahal biasanya film dengan tekstur seperti ini mestinya bisa lebih meminimalis segala sesuatu berbau ‘nampak’ agar terlihat seperti nyata. Bandingkan saja dengan film Indonesia serupa berjudul keramat, pasti film ini nggak ada apa-apanya. Coba pikir deh kalo bukan koya pagayo (alter ego dari nayato) yang mengeksekusi hasil akhir dengan sangat disturbing serta dukungan para pemain terkenal yang semakin mengaburkan kalo film ini kisah non-fiksi, pasti hasilnya akan tampak memuaskan. Atau setidaknya, nggak seperti ini.

rating 3/10

Pocong Rumah Angker [2010]


Tetap memakai alter ego koya pagayo. Nayato kembali memproduksi film berlabel sampah. Mengusung tema horror komedi yang garing segaring garingnya. membuat film ini sungguh membosankan. padahal durasinya cuman sejam lebih seuprit tapi serasa setahun lamanya. Karena dari awal, film emang udah nggak menarik untuk diikuti. Akting komedi zaky yang bikin gue kebelet beser ditempat, cerita yang nggak jelas, penampakan yang rajin serta kenggak-singkronan kenapa tu orang pas mati jadi setan pocong dan kuntilanak padahal jadi arwah cuma gara-gara cincin yang hilang. oh pelis…

rating 0/10

Pocong Jumat Kliwon [2010]


Kali ini nayato enggan memakai alter egonya. Jadi cukup memakai nama nayato tanpa embel-embel fio nuala. Dan hasilnya, tetep, komedi semakin nggak berasa, hantu semakin rajin bikin kejutan yang sama sekali nggak mengejutkan. Dan akhir kata, selamat karena dititik ini gue udah mulai jenuh sama formula nayato yang itu-itu aja. Jadi dengan segala hormat gue percepat filmnya agar sampai pada kemunculan aksi eksekusi yang, ya ampun, bodoh banget! kenapa film nayato selalu tidak bermutu seperti ini?

Lucunya diawal film ada adegan yang memperlihatkan para figuran memakai pakaian bertuliskan lewat tengah malam, kain kafan perawan dan affair. What the?

rating 0/10

***

Cukup sudah review singkatnya. Sekarang gue mau beberin beberapa fakta hasil temuan gue kenapa nayato bisa menjadi sutradara para incaran produser gelap mata karena kehebatannya menekan bujet produksi semurah-murahnya. Lihat aja dari hasil riset gue sama 3 film yang gue sewa dan selesai gue tonton marathon dalam waktu 4 jam ini.

1. lokasi rumah yang sama dan nggak ada perpindahan detail yang signifikan.
(poin pertama, hemat pengeluaran untuk lokasi karena rumah yang disewa udah jadi langganan tetap)
2. selalu ada adegan masak mi lalu benda berpindah secara ajaib. ingat adegan donita yang kehilangan mangkok di pocong rumah angker dan Jupe di te[rekam]. Sedang untuk pocong jumat kliwon cukup masak mi tapi pas mi-nya mau diangkat tiba-tiba berubah jadi rambut.
3. dialog nggak cerdas.
4. semua film nggak lepas dari tema remaja yang meyelidiki sesuatu dengan membawa kamera. (di film-film seebelum dan sesudah ini)
5. ending yang selalu gampang, dibikin lari-larian lalu diakhiri dengan jeritan serempak seolah-olah akan ada lanjutannya.
(poin dua sampe lima, meski berbeda tapi tetep berhubungan. iya, untuk menghemat bujet makanya dipilih penulis skenario yang bisa ngegaring dengan cerita daur ulang basi cuman beda nama tokoh serta ending cerita )
6. tata musik yang sama (kecuali di film te[rekam])
(poin enam, untuk mengehmat biaya penata musik, daripada bikin musik baru, makanya pake musik yang udah lama)
7. hantu yang selalu dibuat wanita berambut panjang.
(poin tujuh, untuk hemat biaya, dipakelah kostum dan wig dari film terdahulu)
8. pemain yang itu-itu mulu.
(poin enam, sama kayak poin-poin sebelumnya)
9. opening title yang fontnya serupa dan berwarna merah.
(tetep, untuk hemat biaya donlod font huruf)

Nah, cukup sekian ulasan kali ini. Nanti dilanjut di film-film nayato yang lain. Don’t go anywhere.

Hantu Sunat

Ini bukan judul film baru ya. Tapi kali ini gue mau review singkat dua film sekaligus yang beredar menjelang akhir tahun 2010. film pertama bergenre horror-komedi  sedang film kedua bergenre komedi doang tapi sama-sama memasukan unsur seksi di dalamnya. So, langsung aja baca bacotan gue dibawah ini.

Penganten Sunat [2010]


Film kesekian arahan rako prijanto yang bisa gue bilang paling ancur dari yang udah-udah. Sumpah, ceritanya parah banget karena jiplak mentah-mentah film korea A Tale of Legendary Libido. meski udah dirubah disana-sini, tapi tetep aja masih kelihatan. Kayak adegan kencing sampe keluar airnya kayak apaan tau, adegan cewek-cewek sekampung pada nafsu terus ngejar-ngejar japra karena tertarik sama alat kelamin yang super size and so on.

Dan hal diatas makin diperparah dengan akting semua, gue ulangi ya SEMUA PEMAIN,  yang kancut. Gak aming, gak mitha dan dara the virgin. Aduh, ngapain sih mereka semua. Pengen muntah gue. Terutama si dara tuh. Eh, tolong ya, gue tau ini proyek aji mumpung ketika lo tenar, tapi pelis banget dong tuh akting yang ekpresif dikit. Datar-datar-datar kayak intonasi suaranya. Belum lagi adegan adegan nudity maksa yang disensor, ya ampun, itu kan masih pake celana ketat. Nggak perlu gitu-gitu juga lah. plus seabrek adegan nggak penting binti maksa lainnya serta alur yang lompat-lompat.

Intinya film ini nggak banget. Aargh, untuk gue cuma nonton DVD nya. Nyewa pula. Coba kalo gue nonton dibioskop, pasti udah mencret gitu aja. Tambahan satu lagi, kenapa ya kalo ada rako prijanto disitu ada gary iskak? Dari ungu violet, d’bijis, krazy crazy krezy, merah itu cinta. Akrab bener. Jadi curiga gue…

Hantu Tanah Kusir [2010]


Miyabi come back! Dan lagi-lagi gak penting. Kehadiran dia Cuma teknik jualan film yang yah.. sampah seperti yang udah-udah. Film ini banyak banget bacot dan ribuan adegan maksa yang diharapkan lucu tapi sama sekali nggak lucu. Pengulangan-pengulangan yang biasa kita temui di film produksi maxima pictures ada disini semua. hasil akhirnya serba nanggung dari horror yang nggak nyeremin dan komedi yang garing abis. Beruntung scene akhir sebelum kredit title muncul membuat gue sedikit shock.

Gue kasian sama miyabi yang kayak orang bodoh disini. Dan tambah kasian sama yang jadi setan. Perasaan matinya biasa aja deh. Tapi kok setannya slaser bener pake putus-putusin kepala, congkel kornea mata dan kelupas pipi. Oh pelis, kenapa sih film Indonesia makin hari makin kayak gini.

For your information, kok posternya sepintas lalu mirip sama film premonition-nya Sandra bullock ya?

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

Hanny R. Saputra Series

kalo kemaren ngomongin produser film nggak bermutu macam om KK Dheraaj, sekarang gue mau ngomongin salah satu sutradara berbakat indonesia yang sayangnya makin lama kualitas penyutradaraannya makin mengalami penurunan yang begitu signifikan. dia adalah hanny r. saputra. dan inilah review singkat film-film hasil olahannya.

1. Virgin [2004]


rating 7/10

bisa jadi debut hanny di film ini merupakan pelopor genre drama seks edukasi remaja yang hingga sekarang nggak berhenti di daur ulang oleh sutradara-sutradara muda yang cuma mikirin uang-uang-uang. dengan bumbu adegan esek-esek yang jauh lebih berani tapi sama sekali nggak nyeni, tema yang nggak mendidik dan cerita yang sampah.

sebagai pelopor, virgin sukses merebut hati penonton dan mendapat banyak pujian meski di awal peredaran filmnya mengalami kontroversi. lewat film ini, bintang-bintang utamanya menuai kesuksesan dan menjadikan virgin sebagai salah satu film edukasi seks remaja indonesia terbaik yang pernah ada. dan akan diburu beberapa tahun nanti oleh kolektor film.

http://www.smileycodes.info

2. Mirror [2005]


rating 6/10

film horror paling rapi dan menarik yang pernah ada meski ceritanya sangat klise. gue enjoy nonton film ini dan nggak ngebosenin di liat berulang kali. disini, nirina berakting sangat total. dan disemua film-filmnya, mantan VJ MTV ini memang selalu bisa membuat gue ogah ninggalin kursi. lewat film ini, hanny semakin memantapkan diri kalo dia adalah calon sutradara berbakat indonesia.

http://www.smileycodes.info

3. Heart [2006]


rating 5/10

sebuah drama anti box-office penguras air mata yang booming banget waktu itu. hingga melambungkan nama acha dan irwansyah. dari film ini gue mulai mengetahui gejala penurunan kualitas om hanny. liat aja, meski sukses, film ini sangat chessy dan membosankan. gue nonton karena pengen tahu endingnya yang kata temen-temen gue bisa bikin nangis darah. tapi  menurut gue, saat itu  temen-temen gue mengalami gejala lebay dini. karena gue sama sekali nggak tersentuh. yang bikin betah cuman cara hanny ngambil angle dan keindahan pemandangan hijau yang terpotret dengan baik.

http://www.smileycodes.info

4. Love is Cinta [2007]


rating 4/10

diniatkan sebagai sekuel Heart tapi menjadi sebuah prekuel yang nggak jelas. sama sekali nggak ada daya tarik buat gue untuk mengikuti alurnya yang membosankan dan predictable--of course plot yang mirip sama film china berjudul fly me to the polaris.

http://www.smileycodes.info

5. The Real Pocong [2009]


rating 3/10

sangat membosankan dan jauh dari kata menyeramkan. kesuksesan film ini hanya dari viral marketingnya yang gila-gilaan tentang hilangnya sosok laura, tokoh sentral di film ini.

http://www.smileycodes.info

6. Sst... Jadikan Aku Simpanan [2010]


rating 1/10

film hanny yang paling nyampah dan kancut. entah dengan alasan apa dia mau mendirect film nggak bermutu seperti ini. mungkin pingin eksis aja kali ya. poor him :)

http://www.smileycodes.info
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...